Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dari Hobi Pelihara Burung Anis Kembang, Warga Madiun Raup Cuan Rp 10 Juta

Mizan Ahsani • Minggu, 3 Desember 2023 | 15:00 WIB
HOBI BERCUAN: Bayu Eko Widodo bersama burung anis kembang hasil ternaknya. (DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN)
HOBI BERCUAN: Bayu Eko Widodo bersama burung anis kembang hasil ternaknya. (DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Hobi yang mendatangkan cuan memang menyenangkan. Bayu Eko Widodo membuktikan dengan ternak burung Anis Kembang, salah satu hobinya.

Bahkan burung-burung hasil ternaknya tiap dua bulan sekali mengikuti lomba burung berkicau disejumlah daerah luar Madiun. Hingga dalam sebulan mampu membukukan omzet puluhan juta.

Suara kicau burung bersautan terdengar merdu ketika memasuki rumah Bayu.

Suara itu berasal dari beberapa burung jenis anis kembang yang bertengger di sangkar yang tergantung di teras.

Di halaman belakang rumah Bayu juga terlihat kandang kayu dan kawat jaring yang disekat menjadi lima kandang.

“Saat ini ada empat pasang indukan anis kembang,” kata warga Desa Prambon, Kecamatan Dagangan itu.

Hampir empat tahun terakhir laki-laki berusia 37 tahun itu bergelut dengan budidaya anis kembang.

Bermula dari hobi merawat burung kicau berbagai jenis. Kemudian Bayu terpikirkan untuk merawat burung tersebut tanpa  mengeluarkan uang dari bulanan keluarga.

“Terpikirlah untuk ternak, setidaknya hasil penjualan bisa menutupi biaya perawatannya,” ujarnya.

Bapak tiga anak tersebut sengaja memilih jenis anis kembang. Selain favoritnya, jenis burung itu tidak banyak yang ternak di Kabupaten Madiun.

Sehingga untuk daya saing lebih rendah dibanding jenis lain. Dua kali dalam sebulan, Bayu kerap mengikuti lomba burung kicau di berbagai daerah. Mulai dari Malang, Solo, hingga Kediri.

“Itu saya manfaatkan juga untuk menambah kenalan sesama pecinta anis kembang, karena di Madiun sedikit,” terangnya.

Pekerjaan sambilannya itu kini mendatangkan penghasilan tambahan. Dari semula hanya satu pasang indukan yang dibelinya dari Malang, saat ini sudah puluhan burung berhasil dijualnya.

“Dalam sebulan itu bisa menjual rata-rata 10 burung, jantan maupun betina umur satu bulan,” ungkap pekerja wiraswasta tersebut.

Untuk anak burung, Bayu membandrol harga jantan sekitar Rp 800 ribu – Rp 1 juta per ekor. Sedangkan betina dihargai Rp 400 ribu per ekor.

Sementara burung dewasa yang sudah pernah ikut lomba, Bayu mematok harga sesuai penawaran yang diberikan dan jika cocok harga baru akan dilepaskan.

Untuk pelanggan, sejauh ini berasal dari berbagai daerah di Jawa – Bali.

“Pernah ada yang menawar burung indukannya itu Rp 15 juta, tapi tidak saya lepas karena jarang ada burung bagus seperti ini,” ucap Bayu.

“Kalau per bulan dari ternak ini rata-rata bisa dapat omzet sekitar Rp 10 juta,” imbuhnya. (ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#anis kembang #cuan #hobi #madiun #burung