MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bagi masyarakat Madiun Raya, nama Desa Suluk di Kecamatan Dolopo sudah tidak asing lagi.
Pasalnya, desa tersebut menjadi salah satu daerah penghasil buah durian dengan rasa yang nikmat dan khas.
Di desa tersebut memiliki kebun durian yang luasnya mencapai 100 hektare. Dusun Krajan dan Dusun Mojo pun dikenal sebagai sentral durian di desa itu.
‘’Kami ingin menjadikan durian sebagai ikon Desa Suluk. Dengan begitu semakin banyak wisatawan yang datang dan perekonomian warga terangkat,’’ ujar Kades Suluk Daryono, kemarin.
Daryono mengatakan, Desa Suluk memiliki ketinggian 450 MDPL sangat ideal untuk budidaya durian.
Untuk harga durian Suluk pun cukup terjangkau. Untuk ukuran kecil dijual Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Sedangkan durian ukuran sedang dikenakan harga Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu.
‘’Kalau yang besar besar berkisar Rp 35 ribu hingga Rp 50 ribu per buah. Tak hanya dijual bijian, pedagang sering menebas per pohon dengan harga Rp 10 juta per pohon,’’ terangnya.
Perkebunan durian di Desa Suluk sudah ada sejak lama. Musim durian atau pun tidak, para pedagang tetap mempempunyai stok durian untuk memenuhi permintaan wisatawan yang datang ke desa.
‘’Harapan kami, kedatangan wisatawan ini juga membangkitkan UMKM yang ada di desa. Jadi perekonomian warga terangkat dan pelestarian pohon durian pun bisa dilakukan,’’ pungkasnya. (bri/aan/prog)
Editor : Mizan Ahsani