MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Perburuan kunjungan wisata juga dilakukan pengelola desa wisata di Kabupaten Madiun.
Khususnya saat momen Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru).
Salah satunya dari pengelola Pasar Pundensari, Desa Gunungasri, Kecamatan Madiun.
Untuk menarik wisatawan, beragam hiburan disuguhkan, seperti kesenian jaranan Wahyu Manggolo.
‘’Sesuai pengalaman, animo masyarakat terhadap kesenian jaranan tinggi, makanya akan kami tampilkan saat akhir tahun,’’ ungkap Ketua Pasar Pundensari Irvan Harjianto, kemarin.
Sebagai daya tarik tambahan, pengelola juga menyiapkan kesenian Barongsai Nan Pai Ho Jien lokal Bumi Kampung Pesilat.
Hiburan itu melengkapi daya tarik asli Pasar Pundesari. Jajanan dan penganan jadul lengkap dengan suasana pendesaan.
Pihaknya juga menerapkan penggunaan potongan koin bambu sebagai pengganti uang dan pakaian lurik dan kebaya bagi penjual dan pengelola.
‘’Perkiraan ada seribuan orang akan datang ke sini dari Kabupaten Madiun dan daerah sekitarnya,’’ imbuhnya.
Lain halnya dengan Desa Wisata Kare yang bakal menyuguhkan penampilan tari-tarian kepada wisatawan saat momen nataru nanti.
Tari-tarian tradisional, modern, hingga kontemporer itu akan ditampilkan oleh para ibu rumah tangga dan anak-anak saat malam tahun baru. Tepatnya di Kafe Sekar Wilis.
‘’Suguhan wisata itu sesuai hasil rapat pemdes dan tokoh masyarakat lainnya,’’ beber Ketua Base Camp Kare Eco Adventure Johan Ariesta.
Wisatawan pun dipersilahakan untuk menikmati wahana lainnya.
Misalnya mendaki Gunung Wilis untuk menikmati keindahan alam dari puncak Liman atau Trogati.
Pun wisata alam nongko ijo, tubing di kali catur, hingga ‘ngafe’ di Sekar Wilis. ‘’Kami punya menu makanan desa, kopi lokal kare yang bisa diracikan oleh barista di sini,’’ tambahnya. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani