Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Selama Libur Nataru, SPBU di Madiun Habiskan 8.000 Liter Solar hanya Dalam 8 Jam 

Mizan Ahsani • Rabu, 27 Desember 2023 | 02:30 WIB
MENGULAR: Antrean panjang kendaraan yang hendak mendapatkan solar di SPBU Sangen, Kecamatan Geger beberapa waktu lalu. (DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN)
MENGULAR: Antrean panjang kendaraan yang hendak mendapatkan solar di SPBU Sangen, Kecamatan Geger beberapa waktu lalu. (DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Liburan nataru berdampak pada peningkatan jumlah kendaraan yang melintas di jalan raya.

Pasalnya, banyak masyarakat yang memanfaatkan libur panjang untuk berpergian, baik mudik atau berwisata.

Hal ini pun membuat permintaan BBM (bahan bakar minyak) meningkat. Khususnya jenis solar.

‘’Ada semingguan susah cari solar, banyak yang kosong dan kalau ada pasti antre panjang seperti ini,” ujar Sunarwanto, pemilik mobil asal Ngebel, Ponorogo, kemarin (25/12).

Sunarwanto pun rela mencari solar mencari ke luar kota seperti Wonogiri dan Madiun.

Meski ada SPBU yang memiliki stok, dia pun harus rela antre panjang. “Ini saya sudah mengantre hampir sejam,” keluhnya.

Setali tiga uang, kondisi serupa juga dialami Samsul Arifin, petani asal Desa Nglandung, Kecamatan Geger.

Dia harus antre untuk membeli solar yang akan digunakannya menghidupkan mesin pompa airnya.

Namun petani ini harus mengantre lebih lama sehari, sebab untuk membeli solar harus menyertakan surat rekomendasi dari kades dan KTP.

“Ambil nomor antreannya sehari sebelumnya, besoknya baru bisa ambil solar yang itupun dibatasi sehari hanya 50-60 liter atau 360 liter per minggu,” kata Samsul Arifin.

Sementara itu, Pengawas SPBU Sangen Purwo Cahyo mengatakan adanya antrean panjang tersebut merupakan dampak dari momen libur nataru yang bersamaan dengan mulai masa tanam petani padi.

Terlebih pada saat ini faktor cuaca yang tak kunjung hujan membuat petani mau tidak mau menggunakan mesin pompa air.

“Ini bersamaan, jadi pengendara meningkat ditambah petani, sehingga antreannya menumpuk,” jelasnya.

Dia juga memastikan, solar selalu ada. SPBU tempatnya bekerja dijatah 8.000 liter solar per hari dari Pertamina.

Akibat lonjakan permintaan, jatah itu langsung ludes dalam waktu kurang 8 jam per hari.

“Biasanya itu bisa cukup untuk sehari, sekarang ini 6-8 jam sudah habis,” terangnya.

“Pun kami tidak bisa mengajukan tambahan alokasi karena sudah ditentukan dari Pertamina per SPBU berapa alokasinya,” pungkas Purwo. (ryu/aan)

 

 

 

Editor : Mizan Ahsani
#Nataru #libur #BBM #madiun #solar #SPBU