MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Meski telah didatangkan pada 2023, alat insenerator belum digunakan hingga saat ini.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun masih menunggu kesiapan operator untuk mengoperasionalkan teknologi pengubah sampah padat menjadi gas dan abu melalui proses pembakaran bersuhu tinggi.
‘’Alatnya sudah ada di tempat pembuangan akhir (TPA) Kaliabu, tapi kami masih melakukan proses bimtek (bimbingan teknis, red) untuk tenaga operator, maklum saja ini alat khusus,’’ ujar Kepala DLH Muhammad Zahrowi, kemarin.
Menurutnya, bimtek dilakukan oleh rekanan penyedia. Pengadaan ala sepaket dengan pelatihan operator insenerator. Sedangkan bimtek diikuti sedikitnya lima orang personel.
Mereka nantinya bergantian sif menjalankan alat penghancur sampah ini selama 24 jam. Bersamaan itu, dalam waktu dekat DLH bakal melakukan uji mesin tersebut.
‘’Jadi alat memang sudah ada tinggal uji mesin,’’ terangnya.
Meski begitu, Rowi-panggilan akrab Muhammad Zahrowi- belum bisa memastikan kapan alat insenerator tersebut dioperasikan.
Saat uji mesin dan personel operator dirampungkan diperkirakan operasional bisa langsung dimulai.
Sesuai spesifikasi, insenerator seharga Rp 750 juta tersebut mampu membakar sampah satu ton atau 2,83 meter kubik per jamnya.
Pemanfaatan alat ini pun seakan berkejaran dengan terus menumpuknya sampah di TPA Kaliabu. Saat ini kondisi TPA yang berada di Kecamatan Mejayan itu sudah overload.
‘’Jika ini oke dan pemanfaatannya bagus akan kami sampaikan ke pimpinan, karena memang ada rencana penambahan,’’ bebernya.
Dalam paparan Focus Group Discussion (FGD) pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup di Pendopo Muda Graha beberapa waktu lalu, TPA Kaliabu kelebihan kapasitas hingga 75.543 meter kubik.
Dari kapasitas 131.938 meter kubik, sudah terisi hingga 208.480 meter kubik. Sedangkan sampah kiriman dari masyarakat rata-rata setiap harinya mencapai 113 meter kubik atau 40 ton. (odi/aan)
TPA Kaliabu dalam Angka
- Mulai Operasional 2018
- Kapasitas 131.938 meter kubik
- Volume sampah saat ini 208.480 meter kubik
- Kelebihan kapasitas 75.543 meter kubik
- Sampah harian masuk 113 meter kubik