MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Seluruh penghuni Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Kediri Asrama Caruban bakal boyongan.
Asrama rehabilitasi orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan itu kosong momplong ditinggal penghuninya mulai Kamis (4/1) mendatang.
Mereka akan diungsikan ke kantor induk UPT RSBL Kediri. ‘’Sesuai rencana Januari 2024 ini semua boyongan ke Kediri sebagai efisiensi anggaran,’’ ungkap Kasi Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri UPT Kaliabu Asrama Caruban Tarmini.
Boyongan itu terkesan dadakan. Hal ini pun diakui Tarmini, informasi segera mengosongkan asrama di Kaliabu ini baru diterimanya sebulan lalu.
Itu menyusul keputusan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur mengembalikan operasional ‘kelas jauh’ ke kantor induk UPT RSBL Kediri.
‘’Nanti yang boyongan 15 karyawan dan 50 pasien. Bukan kami saja, keputusan ini juga berlaku untuk panti rehabilitasi di Kabupaten Pasuruan,’’ terangnya.
Selain karyawan, kantor Tarmini juga memiliki dua dokter dan beberapa instruktur yang membantu perawatan.
Mereka tidak ikut dalam rencana boyongan lantaran memang sudah habis atau putus masa kontraknya.
Sementara itu, UPT RSBL Kediri induk diklaim mampu menampung seluruh karyawan dan pasien dari asrama Caruban. ‘’Mungkin ruang isolasi saja yang tidak mampu menampung,’’ bebernya.
Sedangkan kantor UPT RSBL Kediri Asrama Caruban akan dikosongkan sementara waktu. Belum ada informasi terkait pemanfaatannya.
Bisa jadi dikembalikan fungsinya sebagai asrama Caruban ketika memang dibutuhkan mengingat belum cukupnya ruang isolasi atau pertimbangan lain ke depannya.
‘’Setelah boyongan tetap ada petugas yang disiapkan untuk menjaga aset kantor tersebut,’’ tuturnya. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani