MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana memboyong 50 orang dengan gangguan kejiwaan atau ODGJ ke Kediri menimbulkan dilema.
Khususnya bagi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun. Pasalnya, lokasi yang jauh membuat pengiriman ODGJ perlu tenaga dan biaya ekstra. Apalagi ODGJ yang perlu isolasi.
‘’Harus wira-wiri karena ikut mendampingi,’’ ungkap Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Madiun Andy Wijayanto.
Daftar tunggu pasien ODGJ pun dikhawatirkan semakin panjang. Kabupaten Madiun bisa jadi bukan lagi prioritas antrean.
Kalah saing dengan Kediri yang ketempatan kantor, pun daerah lain yang dekat dan tercover.
Sebelumnya, Bumi Kampung Pesilat sempat menjadi prioritas.
Dibuktikan dengan banyaknya penghuni Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Asrama Caruban berasal dari ODGJ setempat.
Setidaknya ada lebih dari 10 pasien lokal Kabupaten Madiun saat ini. ‘’Kalau di Kaliabu peluang 70 persen di Kediri bisa jadi cuma 50 persen diterima atau tidak,’’ bebernya.
Saat ini masih ada enam ODGJ masuk daftar tunggu. Dari pengalaman dinasnya, memasukkan ODGJ ke UPT RSBL di Kediri tidak mudah. Biasanya butuh barengan.
Baca Juga: Puluhan ODGJ di Madiun Boyongan ke Kediri, Efisiensi Anggaran Jadi Alasan
Semisal ada pasien sembuh baru digantikan pasien lainnya yang juga berasal dari Kabupaten Madiun sembari menjemput. Itupun paling cepat tiga bulan.
‘’Pilihan lainnya hanya panti rehabilitasi swasta yang harus mengeluarkan biaya untuk perawatan,’’ tuturnya.
Rencana boyongan tersebut juga membuat keluarga pasien banyak berkeluh kesah.
Bahkan ada yang punya niatan membawa pulang pasien ODGJ lantaran khawatir tidak bisa menjenguk setelah tiba di Kediri.
Untung niatan itu dibatalkan mengingat masukan dari dinasnya yang meminta untuk tetap ikut boyongan ke Kediri.
‘’Kalau di rumah tidak mendapatkan perawatan yang optimal dan bisa ngamuk karena inget masa lalu,’’ bebernya.
Diberitakan sebelumnya, UPT RSBL Kediri Asrama Caruban boyongan dari Kaliabu. 50 ODGJ hari ini (4/1) dikirim ke kantor induk UPT RSBL Kediri.
Langkah ini sebagai bentuk efisiensi anggaran. Kabar pengosongan asrama di Kaliabu ini diterima sejak sebulan lalu. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani