Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kuliner Unik dan Maknyus! Nasgor Tiwul Reni Apriliana Layak Masuk Daftar Rekom Nasi Goreng Enak di Madiun

Mizan Ahsani • Sabtu, 6 Januari 2024 | 02:00 WIB
LOKAL: Reni Apriliana menunjukan nasi goreng tiwul buatannya. (DOKUMEN RENI APRILIANA)
LOKAL: Reni Apriliana menunjukan nasi goreng tiwul buatannya. (DOKUMEN RENI APRILIANA)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Tiwul bisa dinikmati seperti halnya olahan nasi putih biasa. Seperti dilakukan Reni Apriliana yang mengolah bahan dari singkong itu menjadi nasi goreng.

Siapa sangka, nasi goreng tiwul buatannya diminati berbagai kalangan. Orang dewasa hingga anak-anak yang berasal dari dalam maupun luar kota suka nasgor tiwul buatan Reni.

Rupanya, proses pembuatan nasi goreng tiwul ini tak jauh beda dengan nasi goreng biasa.

Biasanya, setelah mempersiapkan tiwul matang, perempuan berusia 35 tahun itu membuat bumbu halus yang terdiri bawang merah, bawang putih, cabai rawit, garam dan penyedap rasa.

Dimasukkan bumbu halus ke dalam wajan panas berisi orak-arik telur.

Lalu nasi tiwul yang sudah matang itu turut masuk ke wajan dan diaduk rata hingga benar-benar matang dan bumbu tercampur sempurna.

“Ini dibuat nasi goreng, tinggal mau toping apa. Ada babat, teri, pete, pindang, atau ayam suwir,” ungkap warga Desa Sidodadi, Kecamatan Dolopo tersebut.

Menurut Reni, tidak ada yang khusus untuk membuat nasi goreng tiwul ini. Bumbunya seperti pada umumnya.

Sejak kecil orang tuanya suka membuatkan nasi tiwul, lalu iseng Reni menjadikan olahan singkong tersebut sebagai bahan dasar nasi goreng yang biasanya memakai nasi putih dari beras.

“Saat itu lagi mikir mau jualan apa, lalu muncul ide menggoreng tiwul. Apalagi di sini belum ada yang jual, akhirnya saya pilih berdagang itu,,” kata ibu dua anak itu.

Siapa sangka nasi goreng tiwul itu menjadi kuliner unggulan di rumah makannya.  Lima tahun belakangan semakin banyak peminatnya.

“Semua buat sendiri dari awal bikin tiwul sampai jadi tiwul goreng, hanya saat permintaan membludak dan kewalahan baru beli tiwul instan,” ujarnya.

“Selalu buat baru dimasak, lalu langsung dipacking dan dikirim ke pelanggan untuk langsung dimakan, biasanya untuk makan siang,” imbuh Reni.

Dalam sehari, dia bisa memasak 30 – 50 porsi tiwul goreng. Adapun pelanggannya kalangan ASN, perkantoran, dan pegawai rumah sakit untuk makan siang atau sarapan.

Tak hanya orang tua, anak-anak pun juga menyukai olahan nasi goreng tiwulnya.

“Pernah ada pesan dari Bandung hingga Hong Kong itu saya kirimkan tiwul instan. Tiwul yang sudah matang lalu dikeringkan, dan dipack. Nanti konsumsinya tinggal dicuci dan dikukus sebentar,” terangnya.

Reni pun mematok harga dari Rp 10.000 hingga Rp 25.000 per porsi, tergantung topping lauknya. Selain itu pelanggannya juga bisa bebas untuk tingkat kepedasannya.

Adapun yang membedakan dari nasi goreng biasa adalah rasa tiwul lebih gurih. “Bedanya dirasa lebih terasa gurih dan ini cocok untuk yang hendak diet,” lanjutnya. (ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#enak #nasi goreng #maknyus #kuliner #madiun #nasgor #tiwul