Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Petani Madiun Pusing, Jatah Pupuk Subsidi Tak Sesuai Pengajuan, Paling Ngenes NPK Formula Khusus

Mizan Ahsani • Sabtu, 6 Januari 2024 | 23:00 WIB
TERBATAS: Petani menggunakan pupuk untuk meningkatan perkembangan tanaman padinya. (LODITYA FERNANDEZ/RADAR CARUBAN)
TERBATAS: Petani menggunakan pupuk untuk meningkatan perkembangan tanaman padinya. (LODITYA FERNANDEZ/RADAR CARUBAN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Baru awal 2024, petani di Kabupaten Madiun sudah dibikin pusing tujuh keliling. Maklum saja, jatah alokasi pupuk tahun ini jauh dari harapan.

Dari pengajuan, realisasi alokasi pupuk subsidi jenis urea hanya 52,81 persen. Jatah untuk jenis NPK dan NPK formula khusus lebih ngenes lagi. Hanya 29,37 persen dan 11,48 persen.

‘’Memang jauh dari pengajuan,’’ ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun Sumanto.

Akhir tahun lalu pengajuan pupuk subsidi jenis urea 2024 ini sesuai sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) petani 26.186.225 kilogram.

Ternyata, jatah yang diberikan pemerintah pusat hanya 13.828.000 kilogram saja.

Begitu juga NPK, dari pengajuan 24.515.252 kilogram hanya terealisasi 7.201.000 kilogram.

Berikutnya NPK formula khusus. ‘’Dari pengajuan 449.030 kilogram terealisasi 65.000 kilogram,’’ imbuhnya.

Alokasi tahun ini tidak lebih baik dibandingkan 2023 lalu.

Padahal, jatah pupuk subsidi jenis urea 25.134.000 kilogram, NPK (11.259.000 kilogram), dan NPK formula khusus 623.000 kilogram saat itu pun sudah di bawah kebutuhan pupuk petani.

Sumanto tidak tahu menahu alasan turunnya jatah pupuk subsidi tersebut. Yang diketahuinya alokasi pupuk untuk Jawa Timur turun hingga 40 persen.

‘’Maka dari itu gubernur juga meminta tambahan alokasi pupuk untuk daerah di Jawa Timur,’’ bebernya.

Dengan turunnya jatah tersebut, Sumanto tidak lantas meminta penyerapan pupuk subsidi diecer-ecer.

Dia memastikan, penyerapan pupuk di musim kemarau (MK) dan musim penghujan (MP) pertama tetap dioptimalkan sambil menunggu tambahan dari pemerintah pusat maupun provinsi.

Pihak Disperta juga meminta distributor pupuk non-subsidi menambah pasokan. Itu dilakukan sebagai antisipasi tidak adanya tambahan pupuk.

Petani sementara waktu menggunakan pupuk non-subsidi. ‘’Dengan terbatasnya jumlah pupuk subsidi petani juga kami minta menyiapkan pupuk organik,’’  tambahnya. (odi/aan)

Pupuk Subsidi 2024

NPK Formula Khusus

NPK

Urea

Jatah:

Editor : Mizan Ahsani
#Jatah #pupuk subsidi #Alokasi #madiun #pemerintah #petani