Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ulet dan Kreatif! Bidan Madiun Tekuni Kerajinan Boneka Amigurumi, Kirim Orderan hingga NTB

Mizan Ahsani • Jumat, 12 Januari 2024 | 01:30 WIB
ULET: Hutami Widya Pratiwi menunjukkan beberapa koleksi boneka amigurumi buatannya. (DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN)
ULET: Hutami Widya Pratiwi menunjukkan beberapa koleksi boneka amigurumi buatannya. (DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Bidan asal Dusun Bayeman, Desa/Kecamatan Balerejo ini tidak hanya cekatan merawat pasien.

Hutami Widya Pratiwi juga ahli membuat kerajinan boneka amigurumi. Meski hanya sampingan, kerajinan boneka asal Jepang itu bisa mendatangkan pundi-pundi cuan.

Bagi dara asal Kabupaten Madiun ini, benang rajut, dacron, jarum rajut, dan gunting menjadi alat kerja utama setelah pulang kerja.

Tangannya nampak luwes merajut sebuah boneka amigurumi. Baginya, untuk menyelesaikan rajutannya butuh kesabaran dan ketelatenan.

"Setiap bentuk yang ingin dibuat itu ada pattern-nya. Jadi biar rapi dan pasti jadi harus sesuai rumusnya," ungkap bidan salah satu rumah sakit swasta di Kota Madiun itu, Kamis (11/1).

Sudah empat tahun terakhir perempuan berusia 28 tahun itu menggeluti kerajinan amigurumi.

Keterampilan merajutnya itu sudah dikuasai sejak duduk di bangku SD. Sedangkan teknik membuat boneka asal Jepang itu diperolehnya secara otodidak melalui kanal Youtube.

"Waktu itu iseng buat strap masker, kemudian saat cari pola di Youtube justru ketemu cara bikin boneka itu dan mencoba dua kali bisa, keterusan sampai sekarang," tuturnya.

Boneka amigurumi buatannya itu diposting di media sosialnya untuk promosi. Sejak saat itu, banyak orang yang berminat dan order boneka amiguruminya.

Tak hanya menerima karakter amigurumi, alumnus Universitas Brawijaya itu juga menerima request karakter lain.

Seperti boneka kelinci, jerapah, atau karakter di berbagai film seperti Toy Story.

"Selain boneka juga ada bunga tangkai, gantungan kunci, dan jepit rambut," paparnya.

Pelanggan Hutami paling kaum hawa. Khususnya calon ibu yang menantikan kelahiran buah hatinya. Mayoritas pelanggannya datang dari Madiun sekitarnya.

Dia juga pernah mengirim orderan paling jauh ke Lampung dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Pemasaran via media sosial dan marketplace, jadi bisa terima orderan dari luar daerah juga," terangnya.

"Sebulan rata-rata bisa terima 8 hingga 10 orderan, bulan ini saja sudah masuk 6 orderan dengan kuantitas tiap orderan itu 1 sampai 2 jenis," lanjut Hutami.

Untuk harga jual kerajinan handmade-nya itu, Hutami membandrol paling murah Rp 10 ribu hingga paling mahal Rp 70 ribu atau bisa lebih per buah.

Semua tergantung ukuran dan kerumitan dalam pembuatannya.

Sedangkan proses produksi satu buah kerajinan membutuhkan waktu sekitar enam hari hingga dua minggu tergantung panjang antrean orderan.

"Sistemnya preorder, dan biasanya saya kerjakan di sela kerja sif dinas di rumah sakit," tandasnya.(ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#amigurumi #madiun #bidan #kerajinan #kreatif #boneka