MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Meningkatnya animo masyarakat mengunjungi perpustakaan daerah (perpusda) tidak sejalan dengan alokasi anggaran sarana dan prasarana.
Terlebih dari 35.476 eksemplar buku koleksi yang ada di Gedung Nakula dan Sadewa tersebut, sebanyak 742 eksemplar buku koleksinya dalam kondisi rusak selama setahun terakhir.
“Saat ini kami memiliki 23.076 judul buku cetak,” ujar Kabid Pelayanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun Penta Lianawati kepada Radar Madiun.
Penta menambahkan pada tahun anggaran 2024 ini, alokasi dana pengadaan buku koleksi perpustakaan menyusut dibanding tahun lalu.
Itu juga berpengaruh pada jumlah buku yang rusak bisa diganti dengan yang layak tentu minim.
Diketahui, pengadaan bahan pustaka 2023 dijatah sebesar Rp 125,8 juta untuk buku cetak dan Rp 36 juta untuk I-Madiunkab atau buku digital.
Sedangkan pada tahun ini anggaran bahan pustaka untuk buku cetak susut menjadi Rp 36,4 juta.
“Untuk pengadaan buku digital tetap Rp 36 juta. Meski anggaran minim, tetap akan kami maksimalkan untuk melengkapi koleksi buku di perpustakaan,” ungkapnya.
Penta memastikan akan selektif dalam pembelian.
Adapun prioritas yang akan dibeli merupakan buku terapan untuk kalangan umum dan buku anak-anak bagi siswa sekolah yang kerap melakukan kunjungan ke perpusda.
“Harapannya buku-buku terapan ini bisa membantu masyarakat, terutama penggiat UMKM bisa semakin berkembang,” jelasnya. (ryu/aan)
Editor : Mizan Ahsani