Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tekuni Kerajinan Buket Bunga Flanel Tiap Sepulang Kerja, Karya Diminati Muda-Mudi di Madiun Raya

Mizan Ahsani • Rabu, 24 Januari 2024 | 21:30 WIB
KREATIF: Sulastriani dan buket bunga flanel buatannya. (SULASTRIANI UNTUK RADAR MADIUN)
KREATIF: Sulastriani dan buket bunga flanel buatannya. (SULASTRIANI UNTUK RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun -  Sulastriani pintar ambil peluang di musim kerajinan flanel saat pandemi.

Hasilnya, buket flanel buatannya kini laris manis di kalangan muda-mudi Madiun Raya. Bahkan tak kalah berkualitas dengan buket dari bahan artificial maupun bunga asli.

Sulistriani sungguh telaten menata potongan pola kelopak bunga dari kain flanel dan dirangkai satu per satu bagian dengan lem tembak.

Aktivitas tersebut dilakukan secara berulang oleh Ani -sapaan akrab Sulistriani- dengan berbagai bentuk jenis bunga.

Mulai dari bunga mawar, lili, sakura, garbera dan masih banyak lagi. Setelah bunga-bunga flanel jadi, disusunnya di atas kertas wrap warna-warni dan diikat menjadi buket.

“Untuk potongan bentuk bunganya ini ada cetakan polanya masing-masing agar hasil jadinya sama dan rapi saat dirangkai,” ujarnya.

Sudah empat tahun terakhir perempuan berusia 27 tahun itu menggeluti kerajinan buket flanel.

Bermula dari memanfaatkan waktu luang sepulang kerja sebagai pegawai di salah satu diler di Madiun.

Saat itu Ani yang memang menyukai kerajinan flanel pun terinspirasi dari salah satu perajin buket flanel asal Jogjakarta.

“Lihat di Instagram-nya bagus-bagus, lalu otodidak belajar buat sendiri dari lihat media sosial dan tutorial di Youtube,” kata warga Desa/Kecamatan Wonoasri tersebut.

Bagi ibu muda satu anak tersebut, buket flanel cukup bagus dan tidak kalah dengan buket-buket bunga dari artificial atau bunga kering yang sedang marak saat ini.

Salah satu keunggulannya flanel adalah lebih mudah dikreasikan dan fleksibel dibentuk dibanding bahan lain.

Selain itu, harga bahan flanel saat ini masih sangat terjangkau sehingga perajin bisa mengambil keuntungan lebih besar dibanding bahan artificial dan bunga kering yang harganya lebih premium.

“Dari sisi nilai estetikanya tetap bisa bagus dan cantik selama kreatif merangkai dan padu padan. Bahkan lebih awet sebab kalau kotor bisa dicuci dan bisa seperti baru lagi buketnya,” ucapnya.

Ani membutuhkan sekitar tiga hari pengerjaan untuk menyelesaikan satu buket pesana.

Lamanya pekerjaan karena dilakukan saat malam hari sepulang kerja.

Rata-rata dalam seminggu Ani mampu menerima sekitar lima pesanan buket dari berbagai ukuran, mulai kecil hingga super jumbo.

Pun, selain bunga flanel dalam buket juga bisa ditambah snack, boneka dan uang sesuai permintaan pelanggan.

Sejauh ini pemasaran melalui media sosial dengan pelanggan dari Madiun Raya dan Kediri. “Yang beli justru kebanyakan cowok-cowok untuk kado ulang tahun pacar atau istrinya,” jelas Ani.

“Untuk harga mulai dari Rp 35 ribu – Rp 200 ribu per buket tergantung ukuran dan isian buketnya,” imbuhnya. (ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#bunga #buket #madiun #FLANEL #kerajinan