MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tampilan Masjid Quba berubah.
Kubah yang menaungi masjid di komplek pusat pemerintahan di Caruban, Madiun, itu tidak lagi warna putih.
Rencananya, seluruh kubah masjid kebanggaan warga Madiun itu akan berganti menjadi tembaga seperti halnya kubah utama.
Langkah ini dilakukan bukan sekadar mengejar estetika, tapi juga fungsi dan kondisi bangunan.
‘’Kubah lama sudah mulai bocor. Totalnya yang diganti ada enam kubah,’’ ungkap Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Rika Mekar Gumilang.
Penggantian ke bahan tembaga disesuaikan dengan pengalaman sebelumnya.
Pada 2022 lalu, kubah utama Masjid Quba bocor.
Ujungnya dilakukan penggantian kubah dari bahan glass reinforced concrete (GRC) dengan tembaga.
‘’Tembaga juga dinilai lebih awat ketimbang bahan campuran beton dan serta kaca itu,’’ imbuhnya.
Pihak DPUPR telah menyiapkan anggaran kurang lebih Rp 2,5 miliar untuk penggantian kubah berbahan QRC ke tembaga tersebut.
Meski begitu, Rika belum bisa memperkirakan kapan pelaksanaan proyek penggantian kubah dilakukan.
Saat ini pihaknya masih dalam proses penyiapan.
Maklum, pekerjaan rumahnya tahun ini melimpah.
‘’Ada pembangunan dua kantor OPD, kejari hingga kubah masjid itu,’’ bebernya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Masjid Quba di seputaran Alun-Alun Reksogati, Caruban berubah wujud.
Penampakan kubah yang semula putih terlapisi lempengan logam.
Kubah berbahan GRC diklaim mengalami penyusutan hingga akhirnya diturunkan kecuali enam kubah kecil yang tidak masuk paket pekerjaan.
Maklum, kondisi kubah lama sudah tidak representatif. Yakni, kerap bocor saat hujan. Penggantian kubah besar membutuhkan anggaran Rp 2,2 miliar. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani