MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Butuh waktu lama bagi Tim SAR Gabungan di Kabupaten Madiun untuk mengevakuasi jasad Agung Prasetyo, Suryono dan Suryadi dari dasar sumur di Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri pada Senin (5/2/2024).
Petugas pemadam kebakaran (damkar) misalnya. Setelah mendapatkan laporan dari warga langsung bergegas menuju ke lokasi kejadian dengan dilengkapi alat pendukung. Mereka tiba di lokasi kejadian yang berada di tengah pematang sawah sekitar pukul 19.30.
Sebelum turun ke dalam sumur dengan kedalaman sekitar 8 meter tersebut, petugas lebih dulu memastikan tidak ada gas beracun di dalamnya.
Diameter sumur yang sempit, juga menjadi kendala karena harus menyesuaikan dengan petugas berbadan kecil yang akan diturunkan ke dasar sumur. "Butuh waktu sekitar 3-4 jam untuk mengevakuasi jasad para korban," kata Petugas Damkar Kabupaten Madiun Anton Ali Wardana.
Saat dievakuasi, kata dia, jasad mereka saling menumpuk di dasar sumur. Karena itu, proses evakuasi mesti dilakukan satu per satu dengan menggunakan teknik Hauling. Ketika masuk dalam sumur, petugas dilengkapi dengan alat bantu pernapasan alias Breathing Apparatus.
"Kendala berarti yang dialami dalam proses evakuasi korban itu karena posisi di sumur bagian atas tersebut ada kipas. Sehingga kami harus melepas lebih dulu kipas diesel itu, sebelum kemudian mengeluarkan korban dari sumur yang berdiameter sekitar satu meter tersebut," terang Anton.
Usai diangkat keluar, jasad seluruh korban selanjutnya dibawa ke RSUD Caruban guna dilakukan visum sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. (ryu/her)
Editor : Hengky Ristanto