Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pertama di Indonesia! KPP Pratama Madiun Inisiasi Penghargaan Desa Patuh Pajak, Intip Daftar Juaranya

Mizan Ahsani • Selasa, 20 Februari 2024 | 02:44 WIB

KOMITMEN: PJ Sekda Kabupaten Madiun beserta Kepala KPP Pratama Madiun, Kepala Bapenda, dan perwakilan kades penerima penghargaan Desa Patuh Pajak 2024, Senin (19/2). (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)
KOMITMEN: PJ Sekda Kabupaten Madiun beserta Kepala KPP Pratama Madiun, Kepala Bapenda, dan perwakilan kades penerima penghargaan Desa Patuh Pajak 2024, Senin (19/2). (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Apresiasi khusus diberikan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Madiun kepada desa.

Yakni dalam mendorong warga di tiap desa taat dalam pelaporan SPT tahunan.

Atas alasan itu, KPP Pratama Madiun secara khusus menganugerahkan penghargaan Desa Patuh Pajak.

Terdapat tiga kategori penghargaan Desa Patuh Pajak 2024.

Pertama, kepatuhan pelaporan SPT tahunan PPh tahun pajak 2022 yang diraih Desa Kranggan, Kecamatan Geger.

Berdasarkan kategori tersebut, Desa Kranggan diganjar penghargaan dari KPP Pratama Madiun.

Sedangkan kategori kedua adalah tertib pembayaran pajak kendaraan bermotor masa pajak tahun 2023 yang jatuh ke Desa Putat, Kecamatan Geger, dan berhak mendapatkan penghargaan dari Bapenda Provinsi Jatim.

"Satu kategori lainnya adalah kepatuhan pembayaran pajak bumi dan bangunan sektor perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) pedesaan tahun 2023 yang diperoleh Desa Randualas, Kecamatan Kare, dengan penghargaan dari Bapenda Kabupaten Madiun," jelas Kepala KPP Pratama Madiun Rizaldi.

"Selain itu, desa yang mendapat juara I masing-masing kategori memperoleh kulkas, juara II televisi, dan tiga mendapatkan speaker dari lembaga yang mensuport kami," imbuh Rizaldi usai penyerahan penghargaan Desa Patuh Pajak 2024 di Pendapa Ronggo Jumeno Caruban yang dihadiri 198 kepala desa dan 15 camat, Senin (19/2).

Rizaldi mengatakan, penghargaan tersebut merupakan yang pertama di Indonesia yang melibatkan tiga unit pemerintah.

Yakni, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun, Bapenda Provinsi Jawa Timur, dan KPP Pratama Madiun.

"Kami mendapat support Bank Jatim, PT Pos, dan Jasa Raharja, ujarnya. Kami ingin mengedukasi bahwa masyarakat tidak lagi mengkonotasikan pajak dengan hal negatif dan menganggapnya sebagai beban," bebernya.

PATUH: Kepala KPP Pratama Madiun Rizaldi mengajak seluruh kepala desa di Kabupaten Madiun beserta seluruh elemen masyarakat untuk patuh taat pajak. (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)
PATUH: Kepala KPP Pratama Madiun Rizaldi mengajak seluruh kepala desa di Kabupaten Madiun beserta seluruh elemen masyarakat untuk patuh taat pajak. (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)

"Kenyataannya, tidak ada satupun negara maju yang tidak menjadikan pajak sebagai sumber pendapatan. Sumber pendapatan negara kita 85 persen dari pajak," sambung Rizaldi.

Menurut Rizaldi, pajak sangat penting bagi negara dan warganya. Salah satunya membiayai kegiatan negara.

"Kalau kita tidak optimal membayar pajak, bagaimana bangsa kita ke depannya bisa bertarung di level dunia. Pajak akan terus dibutuhkan untuk pembangunan negara kita," tegasnya.

Dia menambahkan, upaya meningkatkan kepatuhan pajak juga dilakukan melalui peluncuran fitur WhatsApp Blast.

Setiap wajib pajak (WP) yang belum menyampaikan SPT diingatkan untuk segera lapor.

"Kami juga kerja sama dengan kecamatan, desa, dan RW untuk kontak WA (WhatsApp, Red) ke warganya, serta, jika membuka layanan Sabtu-Minggu bila diperlukan," sebutnya.

Rizaldi berharap, penghargaan tersebut memotivasi desa lainnya untuk getol mendorong masyarakatnya membayar pajak.

"Bayar pajak itu harus tepat waktu dan benar. Formal adalah bagaimana kita melapor SPT, kemudian materinya bagaimana. Kalau kita terutang Rp 1 juta ya lapor sekian, jangan dikurangi. Patuh formal, patuh materinya," tegasnya.

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Sodik Hery Purnomo yang hadir mewakili Pj bupati mengatakan, penghargaan itu penting untuk memajukan kinerja desa.

"Kami harus apresiasi semacam ini. Kami harus menyadarkan mereka pentingnya pajak," tuturnya.

Dia menegaskan bahwa pajak akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunan berbagai sektor.

"Kalau infrastruktur pertanian misalnya perbaikan irigasi, pendidikan bisa pembenahan lembaga pendidikan, dan kesehatan juga. Kalau masyarakat sadar membayar pajak, insya Allah pembangunan semakin lancar dan baik," kata Sodik.

Pj sekda menambahkan, kesadaran warga desa membayar pajak semakin meningkat. Itu tercermin dari penerimaan pajak yang dari tahun ke tahun menunjukkan tren kenaikan.

"Kami melalui Bapenda ada program percepatan sekarang. Hampir semua jenis pajak bisa dibayar via online. Kami mudahkan para wajib pajak," terangnya.

"Harapannya, pajak makin baik, kesadaran masyarakat semakin bagus, nanti pembangunan bisa lebih baik lagi. Seluruh pihak yang terlibat mengharapkan kegiatan ini berjalan secara rutin dan memberikan manfaat kepada seluruh pihak dan masyarakat pada umumnya," imbuh Sodik. (eln/isd/*)

Kriteria dan Daftar Juara Desa PATUH 2024

KPP Pratama Madiun
Kriteria: Kepatuhan Pelaporan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2022
Juara I: Desa Kranggan, Kecamatan Geger
Juara II: Desa Sambirejo, Kecamatan Geger
Juara III: Desa Kuncen, Kecamatan Mejayan

Bappenda Provinsi Jawa Timur
Kriteria: Tertib Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Masa Pajak Tahun 2023
Juara I: Desa Putat, Kecamatan Geger
Juara II: Desa Bacem, Kecamatan Kebonsari
Juara III: Desa Geger, Kecamatan Geger

Bappenda Kabupaten Madiun
Kriteria: Kepatuhan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Pedesaan Tahun 2023
Juara I: Desa Randualas, Kecamatan Kare
Juara II: Desa Kebonsari, Kecamatan Kebonsari
Juara III: Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng

Editor : Mizan Ahsani
#KPP Pratama #desa #madiun #taat pajak