Jawa Pos Radar Madiun - Bayi kembar tiga anak warga Dusun Jengglik, Desa Lembah, Dolopo, Kabupaten Madiun, menyita perhatian publik. Pasalnya, bayi triplet itu merupakan anak pasangan yang kondisi ekonominya kekurangan.
Sang ayah hanyalah seorang kuli bangunan. Sedangkan ibunya telah berpulang beberapa hari usai persalinan.
Bagaimana seorang perempuan bisa hamil kembar tiga? Berikut penjelasan medisnya:
Dikutip dari hellosehat.com, kehamilan triplet terjadi bila perempuan memproduksi dan melepaskan tiga buah sel telur yang berbeda. Kemudian, ketiga telur tersebut dibuahi oleh sel sperma.
Kehamilan triplet juga bisa terjadi akibat sel telur yang sudah dibuahi membelah menjadi tiga embrio dalam kandungan.
Berdasarkan proses tersebut, triplet atau bayi kembar tiga bisa dibedakan seperti berikut:
Triplet identik: berkembang dari satu sel telur yang dibuahi, lalu terpisah menjadi tiga embrio. Bayi akan terlihat mirip satu sama lain dan berjenis kelamin sama.
Triplet fraternal: berkembang dari tiga sel telur terpisah yang dibuahi sel sperma berbeda. Bayi akan terlihat tidak terlalu mirip dan jenis kelamin bisa berbeda.
Triplet campuran: kombinasi saat dua bayi identik dan satu lagi tidak identik.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan peluang hamil kembar tiga. Di antaranya, hamil saat berusia lebih dari 35 tahun, memiliki riwayat pribadi atau keluarga dengan kehamilan kembar, dan melakukan perawatan kesuburan, misal bayi tabung.
Bayi kembar tiga anak warga Dolopo yang diberi nama Arfina, Alina, dan Alisa itu kini dirawat nenek dan bibinya.
Untuk mencukupi kebutuhan ketiga bayi itu sang nenek sedikit terbantu sumbangan donatur berupa susu, popok, dan kebutuhan lain. (isd)
Editor : Wawan Isdarwanto