MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Ini peringatan bagi warga agar meningkatkan kewaspadaan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mencatat, hanya dalam kurun dua hari sepanjang 25-26 Februari lalu ada tujuh laporan kejadian bencana di wilayah lereng Wilis imbas cuaca ekstrem.
Di antaranya, pohon tumbang di Desa Bolo, Kecamatan Kare. Juga banjir di Desa Sewulan, Dagangan, serta Tempursari dan Munggut, Wungu.
Kalaksa BPBD Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis mengatakan, selama dua hari itu pihaknya juga mendapat laporan kejadian tanah longsor di Ngranget (Dagangan) dan Bolo (Kare) Kemudian, plengsengan ambrol di Jetis, Dagangan.
“Ada juga longsor di Kandangan, tapi tidak sampai kena rumah warga. Material longsoran sudah kami evakuasi dengan alat berat dari DPUPR (dinas pekerjaan umum dan penataan ruang, Red) setempat,” ujarnya.
Menurut Boby, kejadian bencana hidrometeorologi itu merupakan dampak cuaca ekstrem di musim penghujan. Pun, prediksi BMKG, akhir Februari ini menjadi puncak cuaca ekstrem. “Tapi, kami terus waspada karena dimungkinkan Maret awal juga masih ada cuaca ekstrem,” tuturnya.
Boby menambahkan, pihaknya telah melakukan mitigasi kebencanaan pada titik-titik rawan bencana yang telah dipetakan. Juga rutin mengecek alat early warning system (EWS).
“Kami melalu destana juga berkoordinasi dengan pemdes setempat untuk melakukan mitigasi bencana pada daerah rawan bencana di musim penghujan ini,” tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Wawan Isdarwanto