MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun menggelontorkan dana ratusan miliar untuk 198 desa.
Tepatnya untuk alokasi dana desa atau ADD yang sudah diploting dalam APBD tahun ini.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMD) Kabupaten Madiun Supriadi mengatakan, ADD tahun ini naik dibandingkan tahun lalu.
"Besarannya sudah kami sampaikan ke masing-masing pemerintah desa, jadi sudah diploting besarannya sesuai dengan ketetapan bupati," ujarnya.
Diketahui, jumlah ADD 2024 meningkat dibandingkan tahun lalu. Pada 2023 lalu, pemkab mengucurkan anggaran Rp 140 miliar untuk alokasi dana desa (DD).
Sedangkan tahun ini sebanyak Rp 162 miliar. Sesuai peraturan bupati, teknis pencairan ADD 2024 bakal disalurkan dalam tiga tahap.
Tahap pertama pada Februari sebesar 40 persen, tahap kedua pada Mei sebesar 40 persen dan tahap ketiga Agustus sejumlah 20 persen.
"Pada Februari sudah bisa disalurkan, tinggal nanti pemdes mencukupi dokumen yang kami butuhkan," ujarnya.
Untuk besaran DD yang digelontorkan ke masing-masing desa, Supriadi memastikan telah disesuaikan dengan kebutuhan setiap desa.
Dasar penghitungannya adalah luas wilayah, topografi, keterjangkauan wilayah, hingga jumlah penduduk utamanya penduduk miskin.
"Jumlahnya tiap desa berbeda, ada yang Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar," jelasnya.
Pun, penggunaan dari ADD sudah diatur dalam mandatory spending.
Seperti untuk program pengentasan kemiskinan ekstrem, penekanan angka inflasi daerah, dan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH). (ryu/aan)
Editor : Mizan Ahsani