MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Astutik punya cara jitu menekan mahalnya harga pakan ayam KUB.
Warga Desa Sumberejo, Kecamatan/Kabupaten Madiun memanfaatkan daun azolla dan limbah tepung ayam goreng untuk pakan ternaknya.
Dengan memanfaatkan daun azolla yang tumbuh subur di kolam, cuan yang didapat ternyata bisa lebih besar.
Dia menggunakan daun berwarna hijau itu sebagai campuran pakan ternak untuk ayam petelur, ayam KUB, ikan gurame hingga nila yang dibudidayakan warga setempat.
"Ini bahan pakan utama, yang menjadi alternatif pengganti pakan pabrikan biasanya untuk ayam," kata perempuan berusia 45 tahun tersebut.
Awalnya ibu tiga putra itu membudidaya maggot dan kelebihannya untuk pakan ternak.
Kemudian beralih menggunakan pakan alternatif organik untuk budidaya ayam petelur dan ayam KUB-nya.
Pakan organik dinilai lebih murah dan kualitasnya tak kalah dibanding pakan konsentrat buatan pabrik yang harganya mahal.
"Biasanya saya campur dengan limbah tepung ayam goreng krispi sama pur dan bekatul sedikit," ujarnya.
"Perbandingannya 25 azolla, 50 tepung, 25 bekatul ditambah pur itu untuk sekali makan sebanyak 3 kilogram," imbuh Astutik.
Selain lebih murah, kotoran yang dihasilkan ternaknya jauh lebih baik karena tidak terlalu bau dibanding pakan biasa.
Sebab untuk bekatul dan daun azolla serta tepung dilakukan fermentasi lebih dulu sebelum dicampur pur dan diberikan ke ternaknya.
Namun itu tidak mempengaruhi daging atau telur yang dihasilkan, justru rasa lebih gurih.
"Karena pakan alternatif nutrisinya tidak kalah dengan pabrik, bahkan tepung itu proteinnya tinggi. Jadi bagus untuk ternak," bebernya.
Meski hampir dua tahun terakhir Astutik merintis budidaya itu, keuntungan yang dihasilkan lumayan menggiurkan.
Dia juga memanfaatkan media sosial untuk pemasarannya.
‘’Keuntungannya lumayan, dari belum punya mesin penetas dan kandang seadanya, kini sudah punya mesin dan kandang lebih besar,’’ pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Mizan Ahsani