MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah program yang dijalankan pemkab di bidang perhubungan bermanfaat secara luas di Kabupaten Madiun.
Jumat (8/3), pemkab menggelar dua agenda peresmian sekaligus. Yakni peresmian bus sekolah dan palang pintu perlintasan sebidang kereta api.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan PT KAI Daop 7 Madiun, TNI-Polri, camat dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Pj Bupati Madiun Tontro Pahlawanto mengatakan, bus tersebut nantinya bakal dioperasionalkan menjadi angkutan anak sekolah.
Itu mengingat tingginya angka lakalantas melibatkan anak sekolah.
Banyak pelajar nekat berkendara tanpa surat izin mengemudi (SIM).
‘’Untuk saat ini kami operasionalkan dua bus sekolah yang bisa digunakan anak sekolah mulai dari SD, SMP, SMA pada ruas jalan Pilangkenceng dan Caruban kota,” ujarnya.
Peresmian palang pintu perlintasan dan bus sekolah dianggapnya urgent.
Perlu segara digelar agar bisa secepatanya dimanfaatkan masyarakat luas.
Selain memberikan keselamatan pengguna jalan, khusus bus sekolah membantu meringankan beban ekonomi orangtua murid.
‘’Semoga para orang tua bisa mendorong anaknya untuk memanfaatkan bus sekolah ini agar turut membantu mengurangi angka kecelakaan maupun kepadatan lalu lintas,’’ bebernya.
Di sisi lain, keselamatan masyarakat Kabupaten Madiun saat berkendara di jalan raya semakin terjamin.
Melalui dishub, pemkab meresmikan palang pintu perlintasan sebidang di Dusun Kopen, Desa Sidorejo, Saradan.
‘’Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan jaminan keselamatan bagi pengendara roda dua maupun empat,’’ ungkap Pj bupati.
Kadishub Kabupaten Madiun Supriyadi menyebut ada tujuh perlintasan kereta api sebidang di Kabupaten Madiun yang mendapatkan rekomendasi dari Kemenhub RI untuk pemasangan palang.
Dua perlintasan, masing-masing di Desa/Kecamatan Wonoasri dan Desa Kaligunting, Mejayan dipasang pada 2019 lalu.
Sedangkan pada 2023, perlintasan di Desa Klagenserut, Jiwan dan Desa Sidorejo, Saradan yang diresmikan kemarin.
‘’Tahun ini segera dibangun di tiga titik, di Desa Bancong, Wonoasri, Dusun Nampu, Desa Sidorejo, Saradan, dan Desa Ngetrep, Jiwan,’’ tuturnya.
Menurutnya, pembangunan palang pintu perlintasan kerata api sebidang hasil kerja sama antara Pemprov Jatim dan Pemkab Madiun. Pemprov terkait sumber pendanaan.
Sedangkan Pemkab tenaga operasionalnya. Pembangunan palang pintu perlintasan disebutnya bakal tetap dilanjutkan.
Hanya saja melihat titik rawan kecelakaan lainnya.
Terkait bus sekolah, Supriyadi berharap angkutan pelajar itu bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Utamanya untuk anak sekolah.
‘’Kedepan, kami akan cukupo akses bus sekolah untuk wilayah lain seperti Dolopo, Geger, Jiwan dan lainnya,’’ tegasnya. (osi/odi/*)
Editor : Mizan Ahsani