MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Madiun tahun ini bakal lebih berwarna.
Bursa pencalonan pilkada tidak hanya diramaikan ‘wajah-wajah lama’ yang sudah banyak dikenal di Madiun.
Sejumlah nama baru belakangan muncul di pusaran pemilihan bakal calon bupati dan wabup ini. Menariknya, ada beberapa anak muda.
Salah satu nama yang kerap disebut Sirojul Kahfi.
Founder Kahfi Corp sekaligus Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Madiun menyatakan ketertariknya bertarung dalam gelaran Pilkada mendatang.
Alasannya sepele. ‘’Karena di politik kita bisa bergerak, bermanfaat untuk lebih banyak orang lagi,’’ tutur Kahfi.
Dia mengklaim sejumlah partai sudah melakukan pendekatan kepadanya. Dengan partai apa saja? Kahfi tidak bisa membebernya.
Meski sudah ada pendekatan, hingga saat ini menurutnya belum ada kesepakatan. Masih sekadar pendekatan dan obrolan awal.
Dengan kata lain, ‘warna apa’ kendaraan politiknya Kahfi belum bisa menyebut.
‘’Yang jelas, partai yang memiliki integritas nyata kebermanfaatan untuk masyarakat. Khususnya para UMKM,’’ imbuhnya.
Pemuda berusia 25 tahun itu tidak mematok target tinggi. Terkait pencalonan, Kahfi hanya mengincar kursi AE 2.
Ketua Kormi hasil pelantikan Ferbuari lalu itu sadar diri.
Posisinya saat ini kalah senior dengan politisi gaek lainnya. Belum lagi kesiapan ongkos politik nanti.
‘’Kalau bisa masuk cukup ke AE 2 saja. Saya sadar diri, sadar posisi, dan sadar rekening,’’ bebernya.
Selain Kahfi, juga muncul nama Sandhika R Ferryantiko yang belakangan ikut mencuat.
Itu menyusul adanya banner ucapan selamat menunaikan ibadah puasa di sejumlah titik di beberapa ruas jalan di Kabupaten Madiun.
Meski hampir merata terpasang di wilayah Madiun utara dan selatan, Sandhika memungkiri jika banner itu bagian dri ancang-ancangnya maju Pilkada.
‘’Banner itu untuk menarik calon kader-kader muda Madiun untuk mau terjun ke politik, terutama di PDIP,’’ ungkap Ketua DPC Banteng Muda Indonesia (BMI), organisasi sayap PDI-P tersebut.
Putra ketua DPC PDIP Kabupaten Madiun Fery Sudarsono itu menilai muncul namanya dalam gelaran pilkada masih jauh dari angan-angannya.
Sandhika mengaku sekadar kader dan bukan pejabat struktural di partainya. Banyak yang lebih kompeten dan lebih cocok untuk direkomendasikan.
Meski begitu, Sandhika tetap mengikuti mekanisme pencalonan partai.
Pun jika namanya terpilih, meski kemungkinan kecil lantaran penetapan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) berdasar usulan DPC.
‘’Saya tetap tegak lurus dengan mekanisme dan keputusan partai,’’ tegasnya.
Sejatinya basis masa Mas Sandi –sapaan akrab Sandhika- di Bumi Kampung Pesilat terbilang tinggi.
Selain ketua DPC BMI, pemuda 26 tahun aktif diberbagai komunitas. Antara lain komunitas motor dan mobil. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani