MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Unmer (Universitas Merdeka) Madiun masuk daftar kampus yang memberangkatkan mahasiswanya ke Jerman.
Tepatnya dalam program magang ferienjob yang dijalankan PT SHB (Sinar Harapan Bangsa).
Pemberangkatan mahasiswa Unmer ke Jerman dilakukan PT SHB pada akhir 2023 lalu.
‘’Yang berangkat 16 mahasiswa,’’ ungkap Sekretaris Yayasan Perguruan Tinggi Merdeka Madiun (Yapertima) Tatik Mulyati.
Wajar jika Tatik mewakili Unmer. Saat pemberangkatan, dosen jurusan manajemen itu tengah menjabat sebagai Pj rektor.
Sedangkan pemberangkatan mahasiwa melalui program ferienjob itu berawal dari tawaran Direktur PT SHB Enik Rutita atau Anik Waldkonig.
Perempuan asli Wungu, Kabupaten Madiun itu mendatangi kampusnya.
Enik menyampaikan jika banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta yang mengikuti program magang tersebut pada 2022 lalu.
Enik juga menghadirkan mahasiswa Universitas Binawan Jakarta ke kampusnya.
‘’Mahasiswa Universitas Binawan Jakarta yang ikut ferienjob 2022 itu dihadirkan untuk memberikan testimoni,’’ bebernya.
Testimoni tersebut cukup ampuh membuat kampusnya memberikan kepercayaan kerja sama ke PT SHB untuk program magang ke Jerman.
Diakuinya, saat menjalani program magang di Jerman sebagian mahasiswa memang mengeluhkan pekerjaan yang berat.
Meski begitu, kampus tidak menaruh curiga. ‘’16 mahasiswa yang ikut FJ pulang dengan selamat pada 30 Desember 2023 lalu,’’ tegasnya.
Terkait pemberitaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus ferienjob melibatkan PT SHB awalnya Tatik tidak tahu menahu.
Dia baru mengetahui kasus tersebut saat viral di media sosial. Dengan adanya kabar keterlibatan PT SHB dalam TPPO, dosen asal Takeran, Magetan itu tidak bisa berkomentar banyak.
Menurutnya, sikap kampus menjadi kewenangan langsung rektor untuk menjawab.
‘’Untuk pertanyaan selanjutnya bisa disampaikan ke pak rektor ya. Saya bisa menjawab pertanyaan anda karena saat itu saya sebagai Pj rektor,’’ tuturnya.
Sementara itu, Rektor Unmer Madiun Luluk Sulistiyo Budi mengaku belum bisa berkomentar atau mengambil sikap terkait kabar keterlibatan PT SHB dalam kasus TPPO modus ferienjob.
Termasuk menghentikan program magang di kampusnya atau kerja sama dengan PT SHB. Dalihnya, saat ini kasus tersebut masih dugaan dan belum putusan.
Ditanya adanya panggilan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Dirjen Dikti) Kemendikbudristek terkait pemberangkatan mahasiswa magang, Luluk mengakui pernah.
Hanya saja sebatas klarifikasi lisan. ‘’Resminya belum,’’ ungkapnya. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani