MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun mencatat tiga desa terendam banjir setelah hujan deras sebelum Lebaran, Senin (8/4) malam.
Tiga desa yang terendam banjir itu Desa Kedungrejo, Pilangkenceng; Desa Kedungmaron, Pilangkenceng; dan Desa Klumutan, Saradan.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis, banjir bermula setelah sungai di Desa Klumutan meluap.
Banjir menggenangi rumah di Dusun Sumberan, Bangle, dan Jomblangsambi.
Di Dusun Sumberan, air sedalam 40 sentimeter menggenangi rumah di RT 20, 21, dan 22, ketiganya berada di RW 3.
Sebagian warga melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi. ‘’Total ada 80 KK (kepala keluarga) yang terdampak,’’ ujarnya.
Banjir yang merendam Dusun Jomblangsambi menjadi terparah kedua. Sebab ada 25 KK di RT 38 dan 39, RW 06, yang terdampak.
Sementara di Dusun Bangle hanya tiga KK di RT 16, RW 3, yang terendam banjir.
‘’Untuk Desa Kedungmaron, hampir seluruh RT-nya terendam banjir dengan kedalaman air 80 sentimeter,’’ ucapnya.
Boby mengatakan warga sudah dievakuasi ke tempat lebih tinggi.
Total 88 KK di Desa Kedungmaron terdampak banjir.
Air merendam rumah utama dan dapur. ‘’Untuk saat ini sudah surut total. Tapi kami tetap bersiaga karena intensitas hujan masih tinggi,’’ tuturnya.
BPBD mendirikan tiga pos hidrometerologi. Yakni di Wonoasri, Garon (Balerejo), dan Segulung (Dagangan).
Petugas di tiga pos tersebut siaga bila sewaktu-waktu terjadi bencana.
''Kami juga diminta membantu untuk pos mudik Lebaran. Jika terjadi bencana, seluruh petugas bisa dipanggil untuk diterjunkan di titik bencana,’’ terang Boby. (aan/cor)
Editor : Andi Chorniawan