Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Keren! Warga Madiun Tekuni Usaha Pembuatan Pie Susu, Produk Dipasarkan di Bandara

Dian Rahayu • Rabu, 10 April 2024 | 02:00 WIB
LEZAT: Yuliana mengikuti pameran produk UMKM unggulan Kabupaten Madiun. (DOKUMEN PRIBADI)
LEZAT: Yuliana mengikuti pameran produk UMKM unggulan Kabupaten Madiun. (DOKUMEN PRIBADI)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun -  Bermula dari program fasilitator Pemkab Madiun di bidang sanitasi, Yuliana Maesowati mulai berkreasi membuat produk pie susu.

Kuenya sudah banyak tersebar hingga toko-toko oleh-oleh di rest area tol daerah Mojokerto, stasiun hingga bandara.

Aroma khas makanan bakery langsung tercium saat memasuki dapur milik Yuliana Maesowati.

Pemiliknya dengan telaten tengah memindahkan sejumlah pie susu yang telah matang dari panggangan.

Sembari menunggu dingin, tangannya beralih membuat isian kue pie. Dia mencampurkan kuning telur, susu UHT dan creamer.

“Waktu pemanggangan ini harus pas, tidak boleh terlalu cepat dan terlalu lama agar hasil kue pienya bisa bertahan lama dan tidak mudah rusak,” ujarnya.

Perempuan berusia 38 tahun itu sudah menggeluti produk kue kering maupun basah sejak lulus kuliah.

Sedangkan pembuatan pie susu baru ditekuni pada 2019. Saat itu Yuli masih bekerja sebagai pegawai di Dinas Kesehatan setempat dan menjadi fasilitator untuk bidang sanitasi.

Salah satu tugasnya membuat kreasi produk yang bisa dimanfaatkan dan tercetuslah pie susu tersebut.

“Sekitar 2021 itu saya habis kontrak dengan Dinkes, lalu mulai fokus bisnis sendiri di pie susu ini,” ungkapnya.

Warga Desa Sidodadi, Kecamatan Mejayan itu memproduksi pie susu dibantu beberapa pegawai.

Dalam sehari Yuli mampu menghasilkan 20 box untuk persediaan di tokonya. Setiap box berisi enam buah pie susu dengan berbagai varian rasa.

Sedikitnya ada 10 varian rasa yang dipasarkan, namun yang paling sering diproduksi hanya sekitar empat rasa seperti susu, brownies, strowberry cheese tart dan blueberry cheese tart.

“Sengaja tidak bikin banyak-banyak karena ingin memberikan produk yang fresh, karena kami juga tidak pakai pengawet,” ucapnya.

Dia pun memasarkan produknya ke outlet-outlet strategis. Seperti di toko oleh-oleh besar di Surabaya, rest area tol, stasiun hingga bandara.

Pun pelanggan Yuli tak hanya kalangan masyarakat biasa, namun juga banyak dari para pejabat bahkan pejabat lintas kota yang menjadi pelanggan setianya.

“Kalau untuk di bandara sama rest area atau stasiun itu saya kirim 20 box per tempat tiap minggu. Di toko stok 20 boks, pagi biasanya sudah langsung habis,” bebernya. (ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#umkm #Pie Susu #usaha #madiun #bandara