MADIUN, Jawa Pos Radar Madiiun – Produksi sampah di Kabupaten Madiun diprediksi melonjak saat momen libur lebaran tahun ini.
Selama sepekan terjadi kenaikan sekitar 28–30 ton atau 12 persen.
Meningkat dibandingkan produksi sampah tahun lalu yang hanya 10 persen.
‘’Kami lihat dinamika arus-mudik balik tahun ini lebih besar dibandingkan sebelumnya. Sehingga, potensi produksi sampah ikut meningkat,’’ ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun M Zahrowi.
Dengan kenaikan tersebut, sampah yang dihasilkan selama lebaran pada angka 268–270 ton. Jumlah itu dinilai fantastis.
Untuk itu, pihaknya berupaya menyesuaikan surat edaran (SE) No 5/2024 tentang Pengendalian Sampah Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
‘’Intinya tentang bagaimana mengajak masyarakat saat mudik dan lebaran minim sampah,’’ bebernya.
Ajakan minim sampah itu disosialisasikan menggunakan spanduk di sejumlah tempat publik di Kabupaten Madiun.
Mulai Alun-Alun Reksogati, Taman Kota, dan lainnya yang menjadi pusat keramaian masyarakat. Ajakan itu pun bakal disebar melalui berbagai platfom media sosial (medsos).
‘’Sosialisasi mudik dan lebaran minim sampah akan digencarkan ditambah dengan surat edaran ke masyarakat,’’ tambahnya.
Sementara itu, Zahrowi menyiagakan kurang lebih 200 personel DLH. Mereka bakal standby mengangkut tumpukan sampah.
Bahkan jika TPS belum penuh sekalipun. Jam kerja ditambah. Dari sebelumnya hanya siang hari juga malam hari.
‘’Kami juga libatkan komunitas yang tergabung di 230 bank sampah, dan 14 TPS3R,’’ tegasnya. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani