Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Inovatif! Guru SDN di Madiun Ini Gagas Robot Wampi, Dapat Apresiasi BBGP Jatim

Loditya Fernandes • Senin, 22 April 2024 | 12:30 WIB
INOVATIF: Pudak Winduko menunjukkan website pembelajaran Robot Wampi buatannya. (DOKUMEN PUDAK WINDUKO)
INOVATIF: Pudak Winduko menunjukkan website pembelajaran Robot Wampi buatannya. (DOKUMEN PUDAK WINDUKO)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Masa pakai alat peraga pembelajaran berbahan kertas mengilhami Pudak Winduko melahirkan inovasi pembelajaran digital.

Bermodal kemampuan blogging secara otodidak, guru SDN Ngadirojo 3 Wonoasri itu membuat Robot WhatsApp Media Pembelajaran Interaktif (Wampi).

Inovasi itu masuk 10 besar media pembelajaran berdiferensiasi Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur.

Tatapan Pudak Winduko saat ditemui siang itu tampak terbagi.

Sesekali ke laptop di mejanya. Tidak berapa lama, kedua matanya kembali melihat ke tablet yang dipegangnya.

Dengan sat-set, guru SDN 3 Ngadirojo membuka Robot WhatsApp Media Pembelajaran Interaktif (Wampi).

Aplikasi berbasis web media pembelajaran tersebut biasa dipakainya untuk transfer ilmu ke anak didiknya.

Hebatnya lagi, aplikasi itu hasil kreasinya sendiri.

‘’Mulai saya buat dan gunakan sejak 2022 lalu,’’ ungkap Windu.

Media pembelajaran digital itu muncul secara tidak sengaja. Bermula dari rasa prihatin sekaligus jengkel.

Alat peraga pembelajaran berbahan kertas yang biasa dipasang di dinding kelas mudah rusak. Masa pakainya pun tidak lebih enam bulan.

Sedangkan, penggunaan media pembelajaran di kurikulum merdeka penting.

‘’Akhirnya kepikiran membuat alat pembelajaran digital,’’ bebernya.

Bermodalkan hobi blogging, guru yang tidak memiliki dasar pendidikan IT itu nekat membuat website pembelajaran.

Rangkuman materi pembelajaran diberikan melalui website tersebut.

Materi pun diberikan diberikan secara interaktif seperti kuis melalui platform Quizizz dan Kahoot.

‘’Ada juga video pembelajaran,’’ imbuhnya.

Windu berupaya mengembangkan media pembelajarannya itu agar lebih sempurna. Salah satunya memanfaatkan robot atau chatbot WhatsApp (WA).

Itu mengingat adanya anak didik yang mengeluh boros kuota dan hanya punya paket internet WA.

Alhasil media pembelajaran digital miliknya dinamai Robot Wampi. Media pembelajaran itu disukai.

Buktinya, history chat pernah sampai 6 ribuan lebih. Jam akses kapan pun selama 24 jam.

‘’Kan bisa dipantau pakai handphone saya yang dijadikan server,’’ jelasnya.

Tidak heran jika Robot Wampi disukai. Bukan lagi kuis, materi pembelajaran disampaikan melalui game, komik, animasi, dan media pembelajaran interaktif lainnya. Game tembak balon misalnya.

Peluru baru bisa dikeluarkan jika soal hitung-hitungan benar.

‘’Macam-macam, ada pembelajaran literasi, numerasi,’’ tuturnya.

Berkat inovasi itu, pihak sekolah mengikutkan Windu pelatihan pembelajaran diferensiasi Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jatim.

Saat sesi free teaching, media pembelajaran Robot Wampi pun digunakan.

Siapa sangka inovasinya itu meraih 10 besar pembelajaran berdiferensiasi mengungguli puluhan guru penggerak lainnya di ajang tersebut.

‘’Akhirnya diundang lagi BBGP Jatim dan dijadikan tim pengembang pembelajaran berdiferensiasi,’’ ungkapnya.

Tidak hanya itu, guru yang kini berusia 38 tahun itu juga diundang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun.

Oleh Kepala Dikbud Siti Zubaidah, Windu diminta menunjukkan media pembelajaran buatannya.

Akhirnya, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2022 lalu itu diminta mengikuti lomba inovasi dan teknologi (inotek) yang digelar pemkab.

Siti pun meminta Windu bergabung dengan tim pembelajaran digital yang akan dibuatnya. ‘’Sekolah juga diajukan masuk sekolah rujukan google,’’ tambahnya. (odi/aan)

 

Editor : Mizan Ahsani
#guru #wonoasri #pembelajaran #whatsapp #madiun #robot #Ngadirejo #inovasi #SDN