MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun– Keputusan DPC PKB Kabupaten Madiun mengajukan dr Purnomo Hadi sebagai bakal calon wakil bupati (Bacawabup) disambut baik Hari Wuryanto.
Secara pribadi, Hari Wur –sapaan Hari Wuryanto – sudah kenal baik. Belum lagi secara kedinasan.
Keduanya pernah bekerja sama di pemerintahan. Hari Wur sebagai wakil bupati, sedangkan dokter Pur –panggilan akrab dr Purnomo Hadi – saat ini menjabat sebagai Direktur RSUD Dolopo.
‘’Seperti kita tahu, dokter Pur sosok ASN, masih muda, dan memiliki visi luar biasa,’’ ungkap Hari Wur.
Perkembangan RSUD Dolopo disebutnya salah satu bukti tangan dingin dokter Pur.
Calon dari PKB itu dianggapnya sebagai puzzle pelengkap.
Hari Wur yang berlatar perbankan, concern di pertumbuhan ekonomi berpasangan dengan pimpinan rumah sakit sekaligus dokter yang mahfum mengenai layanan kesehatan.
Bidang yang juga concern-nya ke depan.
‘’Dengan berpasangan dengan dokter Pur, pasangan ini diharap bisa membantu masyarakat menjadikan Kabupaten Madiun lebih baik,’’ tegasnya.
Sebenarnya Hary Wur tidak khawatir soal siapa pasangannya ketika memutuskan bertandem dengan PKB.
Baginya, Ketua DPC PKB Muhtarom sudah kenyang asam garam pemerintahan dan politik.
Sebagai ketua partai, mantan bupati hingga anggota DPR-RI, keputusan Mbah Tarom –sapaan Muhtarom- dipastikan tidak sembarangan. Tentu melalui pemikiran dan pertimbangan matang.
‘’Makanya kami berani pasrah tentang bakal calon wakil ke PKB,’’ tuturnya.
Meski dijodohkan dengan tiga bakal calon, Hari Wur menyebut hanya satu nama yang disodorkan PKB kepadanya.
Yakni nama dokter Pur. Diperkuat dengan pembekalan bakal calon kepala daerah (Bacakada) yang digelar DPP PKB di Surabaya Sabtu (4/5) lalu.
‘’Sehingga sudah klir,’’ tambahnya.
Kabar duetnya memang sudah gamblang, namun Hari Wur belum berencana menggelar deklarasi dalam waktu dekat. Mantan Wabup Madiun periode 2018-2023 itu menghormati dokter Pur.
Saat ini calon pasangannya itu masih berstatus ASN. Pihaknya memilih bersabar hingga prosedur pengunduran calon pasangannya dalam Pilkada 2024 itu rampung.
Itu juga bagian dari menjaga etika dan integritas sebagai abdi masyarakat.
‘’Sudah pengajuan pengunduran diri, tetapi kita tunggu waktunya,’’ bebernya.
Hari Wur sadar untuk membangun Bumi Kampung Pesilat, perlu dukungan teman partai lainnya.
Komunikasi politik dan rencana koalisi pun intens dibangun DPD Golkar dengan partai lainnya.
Sejumlah partai meliputi Nasdem, Hanura, PKS dan Gerindra disebutnya sudah memberikan lampu hijau dukungan.
Itupun diberikan dengan ketentuan bakal berduet dengan PKB.
Saat ini hanya menunggu mekanisme masing-masing partai. Salah satunya keputusan pengurus pusat. ‘’Semoga gayung bersambut dengan DPP masing-masing,’’ imbuhnya. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani