MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Partai Hanura bisa diibaratkan sebagai gadis cantik. Meski hanya memiliki dua kursi di gedung dewan, namun banyak partai yang meliriknya. Baik dari kubu Hari Wuryanto maupun PDIP.
Menariknya, diklaim dua kubu tersebut tidak membuat pengurus partai segera menjatuhkan pilihan koalisi. ‘’Silahkan, tidak apa-apa saling klaim. Yang pasti hingga saat ini belum ada kesepakatan,’’ ungkap Sekretaris DPC Hanura Kabupaten Madiun Didik Rudianto.
Komunikasi politik memang kerap dilakukan. Utamanya, kepada siapapun yang dianggap berpotensi. Layaknya dengan PKS, Nasdem, dan partai lainnya, komunikasi masih bersifat umum.
Dengan kata lain, belum ada jalinan koalisi resmi. Terkait laris manisnya klaim dukungan, Didik tidak tahu pasti. Bisa jadi karena perolehan kursinya. Hanya dua kursi. ‘’Dengan menggandeng Hanura, Golkar atau PDI-P sudah bisa membuat satu gerbong. Jadi lebih mudah,’’ tambahnya.
Meski begitu, Hanura tidak lantas pasif menerima pinangan. Terkait kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 partainya juga menggelar penjaringan. Rencana pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati bakal dibuka pada 17 – 24 Mei ini. ‘’Mekanisme partai kami, pendaftaran bisa di kantor DPC Kabupaten, DPD provinsi atau DPP pusat,’’ bebernya.
Didik pun mempersilahkan bakal calon yang berminat ambil bagian dalam Pilkada 2024 ikut mendaftar ke kantornya. Pendaftaran disebutnya terbuka untuk umum. Bukan sekadar kader partainya.
Nantinya, proses pendaftaran dipandu oleh tim penjaringan, penetapan dan pemenangan pasangan (TPPP). ‘’Kami sudah siapkan tim untuk membuka pajaringan,’’ imbuhnya.
Sebelumnya, Hari Wur –sapaan Hari Wuryanto – mengaku sudah mengantongi dukungan Golkar dan teman satu fraksinya Hanura dan PKS.
Dukungan itu semakin tambun dengan tambahan merapatnya Partai Nasdem dan Gerindra usai hadirnya Hari Wur dalam acara halalbihalal dan musyawarah cabang khusus (Muscabsus). Belakangan, PDIP juga menyebut telah mengantongi dukungan dari Hanura. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto