MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Ahmad Dawami berkunjung ke Studio Jawa Pos TV Madiun pada Kamis (16/5) siang.
Dengan mengendarai vespa warna biru kesayangannya, mantan bupati Madiun periode 2019-2023 itu berbagi cerita soal kesibukannya kini setelah tak lagi duduk di kursi AE 1.
Ternyata, pria yang karib disapa Kaji Mbing itu 'ternak teri'.
"Maksudnya nganter anak istri," kelakarnya.
Ada maksud mendalam dari istilah 'ternak teri' yang digunakan Kaji Mbing.
Ia merasa banyak waktunya tersita selama lima tahun memimpin Kabupaten Madiun.
"Sekarang ketika sudah tidak menjabat, meluangkan banyak waktu untuk anak istri. Quality time bersama keluarga," ujarnya.
"Bahagia itu sederhana, kok. Untuk mengimplementasikannya juga tidak perlu rumit. Sederhana saja," sambungnya.
Kaji Mbing Buka-bukaan Sikap Politik
Situasi politik jelang Pilkada Kabupaten Madiun sudah mulai dinamis.
Kaji Mbing dan Hari Wuryanto (wakil bupati) sudah dipastikan pecah kongsi.
Pun, beberapa tokoh sudah mulai bermanuver dengan mendaftar penjaringan sejumlah partai politik.
Baca Juga: Dapat Tambahan Dukungan, Gerindra Nyatakan Siap Usung Hari Wur di Pilkada Madiun
Lantas, bagaimana dengan sikap Kaji Mbing?
"Mengalir saja, ikut kehendak yang di atas," tutur pria yang juga menjabat Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Madiun itu.
Ditanya soal komunikasi politik, Kaji Mbing mengakui bahwa ia terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak.
"Rasanya, hari raya saya belum selesai. Banyak teman-teman yang datang sampai hari ini," sebutnya.
Kaji Mbing juga memberi sebuah isyarat. "Katanya Mbah Kiai, cari jabatan itu haram. Tapi menolak amanah dari masyarakat itu jauh lebih haram," tukasnya.
Simak selengkapnya buka-bukaan ala Kaji Mbing dalam video berikut ini. (naz)
Editor : Mizan Ahsani