Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Penantian Panjang Mbah Sastro untuk Ibadah Haji: 12 Tahun Mengantre, Wafat Sesaat sebelum Berangkat

Dian Rahayu • Minggu, 19 Mei 2024 | 15:00 WIB
WAFAT: Potret CJH Sastrowiryo, 79 warga Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan yang meninggal dunia di Surabaya jelang penerbangan ke Tanah Suci. (DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN)
WAFAT: Potret CJH Sastrowiryo, 79 warga Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan yang meninggal dunia di Surabaya jelang penerbangan ke Tanah Suci. (DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Keluarga Mbah Sastro tidak menyangka jika sosok pria berusia 79 tahun itu berpulang sebelum menjalankan ibadah haji.

Padahal, keberangkatan menjalankan rukun Islam kelima itu sudah dinanti-nantikannya bersama sang istri, Jainem sejak 12 tahun silam.

Siti Zulaikah, anak menantu Mbah Sastro menuturkan, bapak mertuanya tersebut sudah mengeluhkan tidak enak badan jelang acara pemberangkatan.

Bahkan kakek itu juga tidak mau makan selama seminggu.

“Memang sebelum pemberangkatan itu Mbah Sastro sempat mengeluh tidak enak badan, demam, dan diare, namun setelah diobati sudah membaik sembuh,” kata Siti Zulaikah.

Menurutnya, sejatinya selama ini mertuanya tidak memiliki riwayat penyakit yang cukup beresiko tinggi.

Pun saat pengecekan kesehatan untuk persyaratan berangkat haji, kedua mertuanya dinyatakan sehat dan istithaah.

“Ada saat pengecekan itu ada riwayat ginjal, tapi tidak ada gejala sakit yang parah,” ungkapnya.

“Lalu pada jelang acara pemberangkatan serentak di Kabupaten Madiun itu, sempat seminggu Mbah Sastro tidak mau makan sama sekali dan mengeluhkan pegal-pegal di badannya,” lanjut Zulaikah.

Membutuhkan waktu 12 tahun bagi Mbah Sastro dan istri untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.

Pun hingga kini, istri Mbah Sastro, Jainem yang sudah sampai di Arab Saudi belum mengetahui kondisi Mbah Sastro yang telah wafat.

“Bapak dan ibu hanya petani, daftar haji sejak 2012, dan memang dijadwalkan tahun ini berangkat haji masuk prioritas lansia,” ujarnya.

“Kami sekeluarga ikhlas, dan mohon doa semua semoga Mbah Sastro syahid dan husnul khotimah. Pun ibu di sana diberi ketabahan dan kesehatan maupun kelancaran untuk menjalankan ibadah haji dan pulang ke rumah dengan selamat, menjadi hajah yang mambrur, amin,” tuturnya. (ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#haji #kakek #Meninggal #madiun