Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Selasa Duka di Madiun: Kakek Kena Jebakan Listrik, Nenek Tercebur Sumur

Dian Rahayu • Rabu, 22 Mei 2024 | 17:00 WIB
CEK: Petugas kepolisian memasang garis polisi di area persawahan yang menjadi lokasi penemuan mayat akibat sengatan listrik dari jebatan tikus. (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)
CEK: Petugas kepolisian memasang garis polisi di area persawahan yang menjadi lokasi penemuan mayat akibat sengatan listrik dari jebatan tikus. (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Meski berkali-kali memakan korban, jebakan tikus dengan aliran listrik masih saja ditemukan di Kabupaten Madiun.

Bahkan, seorang warga Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri harus kehilangan nyawa setelah tersengat listrik di area persawahan, Selasa (21/5).

Peristiwa nahas itu bermula saar Mulyadi, 74 tahun yang juga warga setempat diketahui belum pulang sejak Senin (20/5).

Selasa pagi, warga setempat digegerkan dengan penemuan jasad pencari rumput itu di area persawahan desa setempat. Temuan itu segera dilaporkan ke Polsek Wonoasri.

Tidak berapa lama, petugas SPKT didampingi Tim Inafis Polres Madiun mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Hasil pemeriksaan luar, Mulyadi tewas diduga akibat sengatan listrik jebakan tikus.

"Sehari-hari kesibukannya memang mencari rumput. Dari kemarin (Mulyadi) belum pulang ke rumah," kata Kepala Dusun Klitik Nur Yasin saat dikonfirmasi.

Mulyadi diketahui sudah mengalami pikun sejak beberapa tahun terakhir. Korban seringkali bepergian tanpa arah, dan tak pulang ke rumah selama beberapa hari.

"Korban sudah pikun, saat kami cek di TKP, korban sudah meninggal, diduga akibat sengatan listrik jebakan tikus di sawah," tambahnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Wonoasri Iptu Agus Subiyono menyebut laporan terkait temuan jasad Mulyadi diterima sekitar pukul 05.30.

Setelah dilakukan olah TKP, dugaan kuat penyebab kematian korban akibat tersengat aliran listrik dari jebakan tikus.

"Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Caruban, guna dilakukan visum," ujarnya.

Setelah visum, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Agus memastikan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Kami sudah olah TKP. Serta meminta keterangan kepada saksi-saksi. Berdasarkan pemeriksaan luar tidak ada tanda-tanda kekerasan," pungkasnya.

DRAMATIS: Proses evakuasi jenazah seorang nenek yang tercebur sumur di Dusun Sukorejo, Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Selasa (21/5). (DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN)
DRAMATIS: Proses evakuasi jenazah seorang nenek yang tercebur sumur di Dusun Sukorejo, Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Selasa (21/5). (DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN)

Nenek Sisum Tercebur Sumur

Kematian lansia dengan kondisi pikun juga terjadi di Dusun Sukorejo, Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo. Sisum, 80 tahun ditemukan tewas tenggelam di dasar sumur miliknya, kemarin (21/5).

Proses evakuasi berjalan alot dan membutuhkan waktu lama, lantaran dalam sumur terdapat gas beracun.

Kecurigaan Sisum tercebur bermula dari temuan pakaiannya di bibir sumur. Padahal, selama ini sumur tertutup papan kayu.

Keluarga nenek renta ini mencoba melihat dalam sumur, lalu melihat jasad Sisum dalam kondisi mengambang dan tidak bernyawa.

"Keluarga curiga, sumur semula tertutup papan kayu, tapi kok ada pakaian korban di bibir sumur," kata Koordinator Rescue Damkar Kabupaten Madiun Anton Ali Wardana, kemarin.

Tidak berapa lama petugas gabungan pun tiba di lokasi. Mereka yang terdiri dari pemadam kebakaran (Damkar), BPBD, dan TNI-Polri berjibaku mengeluarkan jasad Sisum dari sumur.

Karena minim peralatan, petugas sempat kesulitan mengevakuasi korban.

Terlebih kedalaman sumur mencapai 30 meter dan terdapat gas beracun.

Petugas harus menggunakan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) atau perlengkapan oksigen demi keselamatan.

Setelah berhasil dievakuasi, jasad Sisum kemudian dibawa masuk ke dalam rumah untuk dilakukan visum oleh tim Inafis Polres Madiun.

"Proses evakuasi sulit, dugaan sementara tercebur karena nenek ini sudah pikun," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kradinan Supriyono menyebut, sebelum jatuh ke dalam sumur, warga setempat melihat lansia itu keluar dari rumah pukul 04.00.

Karena tak kunjung kembali, keluarga pun mencari nenek itu, hingga mencurigai sumur yang berjarak beberapa meter dari rumah.

"Pihak keluarga sudah ikhlas menerima kematian korban, karena murni kecelakaan, sehingga tidak perlu dilakukan autopsi di rumah sakit," tandasnya. (ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#lansia #kakek #jebakan listrik #tewas #pikun #sawah #madiun #nenek #sumur