MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Rasa ingin tahu membuat Sandhika Ratna Ferryantiko sukses menjadi pengusaha pada usia belia. Pun mengantarkannya aktif dalam dunia politik.
Yang mengejutkan, belakangan namanya masuk dalam bursa bakal calon wakil bupati (bacawabup).
Siang itu, dua unit dump truk terparkir di halaman belakang rumah Sandhika Ratna Ferryantiko. Satu dua truk terlihat seliweran. Hampir semuanya kosongan.
Kepada si sopir truk, Mas Sandhi –sapaan Sandhika Ratna Ferryantiko- yang baru datang melempar pertanyaan.
Ia menanyakan kedatangan anak buahnya itu saat libur kerja.
‘’Kan setiap Jumat pasaran mereka kami liburkan,’’ ungkap Mas Sandhi.
Meski masih belia, pemuda 26 tahun itu ternyata berstatus pengusaha. Bos usaha jual-beli material bangunan, hingga kontraktor.
Setidaknya Mas Sandhi mempekerjakan kurang lebih 20 karyawan dari usahanya itu meski sebagian freelancer.
‘’Karena di bidang jual beli material dan kontraktor butuhnya pekerja, kadang cuma di saat-saat tertentu,’’ bebernya.
Karirnya sebagai pengusaha muda muncul secara tidak sengaja.
Saat kuliah sekitar 2016 lalu, almunus Jurusan Hukum Universitas Merdeka (Unmer) Madiun itu memiliki banyak waktu senggang.
Mas Sandhi tidak ingin menyia-nyiakannya. Waktunya dipakai aktivitas makelaran meterial milik orang tuanya. Kebetulan Fery Sudarsono, ayahnya punya bisnis jual-beli material.
‘’Saya sampai dimentori karyawannya bapak,’’ imbuhnya.
Tidak berapa lama muncul tawaran penjualan CV, hal itu tidak disia-siakan. Suami dari Devita Ratna Safitri itu memberanikan diri membelinya. Padahal usianya saat itu baru 19 tahun.
‘’Dulu saya juga punya banyak pertimbangan untuk beli atau merintis. Kalau beli, kemungkinan menang lelang lebih besar karena sudah ada pengalaman,’’ jelasnya. (odi/aan/*)
Editor : Mizan Ahsani