MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Dzakiy Adya Putra Herlino, bocah yang tinggal di Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, meraih prestasi membanggakan.
ia berhasil menyabet medali emas kategori poin terbaik di lomba Lego Digital Designer, International Robotic Talent Competition 2024 yang digelar di Malaysia pekan lalu.
Bocah berusia 11 tahun itu memang sudah menggemari lego sejak usianya menginjak 5 tahun.
Mainan lego berjejer rapi di sudut ruang rumah Dzakiy Adya Putra Herlino.
Bocah laki-laki berusia 11 tahun itu terlihat bersemangat menunjukkan beberapa koleksi lego miliknya.
Meski harganya hanya puluhan ribu dan paling mahal ratusan ribu.
Siapa sangka, hobi yang terus ditekuninya itu berbuah prestasi.
Dzakiy berhasil menjadi juara di ajang Lego Digital Designer, International Robotics Talent Competition 2024 yang berlangsung di Malaysia beberapa waktu lalu.
"Senang sekali bisa mendapat medali emas di kategori poin terbaik pada lomba tingkat internasional," ungkap bocah yang tinggal di Perum Puri Sasti, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu tersebut.
Pada ajang tersebut, dia satu tim dengan salah seorang kawan sekolahnya.
Dalam perlombaan itu, Dzakiy dan rekannya harus membuat desain lego melalui aplikasi desain khusus dengan tema keragaman budaya Malaysia.
Yang pada kesempatan itu dia membuat desain lego nasi lemak, makanan khas Malaysia.
"Hanya diberi waktu 1 jam, dan alhamdulillah saya kerjakan selama 45 menit saja. Untuk poin kemenangan ada di kecepatan dan kesesuaian tema," kata siswa kelas empat di salah satu madrasah di Kota Madiun itu.
Dzakiy memang sudah hobi bermain lego sejak berusia 5 tahun.
Namun keterbatasan ekonomi kedua orang tuanya, Heri Kriswanto dan Elien Putri yang merupakan penjual nasi goreng dan getuk goreng membuat Dzakiy tidak terlalu memaksakan hobinya.
Dia menyalurkan kesenangannya bermain lego dengan harga yang terjangkau kantong kedua orang tuanya.
"Saya juga ikut ekskul codding di sekolah, selain lego saya memang menyukai dunia IT dan ingin menjadi programmer," ucapnya.
Berbekal hobi lego dan ketertarikannya pada IT, Dzakiy kemudian mengikuti seleksi lomba robotics tersebut dan berhasil membawa pulang medali emas.
Padahal sebulan sebelum berlaga di Malaysia, Dzakiy dan rekannya sempat mengikuti lomba robotics di Surabaya namun gagal lolos babak penyisihan.
"Dari kegagalan di Surabaya itu saya semakin termotivasi dan giat berlatih setiap hari dan alhamdulillah berhasil," tuturnya.
"Setelah mendapat emas ini saya ingin terus belajar bidang ini dan meraih prestasi lain untuk membanggakan orang tua," harap Dzakiy. (ryu/aan)
Editor : Mizan Ahsani