Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemerintah Belum Bertindak, Warga Madiun Pilih Swadaya Bangun Jembatan Darurat

Dian Rahayu • Rabu, 19 Juni 2024 | 23:00 WIB
SEMAKIN PARAH: Kondisi jembatan rusak di Desa Klumutan, Saradan yang semakin parah karena tak kunjung diperbaiki, Selasa (18/6). (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)
SEMAKIN PARAH: Kondisi jembatan rusak di Desa Klumutan, Saradan yang semakin parah karena tak kunjung diperbaiki, Selasa (18/6). (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)

SARADAN, Jawa Pos Radar Caruban – Belum adanya sinyal perbaikan Jembatan Klumutan, Kecamatan Saradan tidak membuat warga desa setempat berdiam diri.

Warga Klumutan pun swadaya membuat jembatan darurat dari kayu. Jembatan darurat itu hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.

‘’Dibuat jembatan darurat ini agar mempersingkat jarak untuk pergi bekerja atau ke sekolah,’’ ujar Kades Klumutan Agus Proklamanto, kemarin (18/7).

Meski telah dibangun jembatan darurat bukan berarti persoalan yang dihadapi warga berkurang.

Malah warga Klumutan dibuat khawatir saat musim penghujan tiba. Kerusakan jembatan akan semakin parah dan mungkin saja tidak bisa dilalui lagi.

"Apalagi saat dilewati banjir ketika musim penghujan tiba, biasanya terjadi di November, Desember," ujarnya.

"Dan paling besar itu di Januari dan Februari, itu yang semakin membuat was-was saat melintas di jembatan sepanjang 25 meter tersebut," sambung Agus.

Agus menjelaskan, setiap musim hujan pondasi jembatan tersebut pasti tergerus banjir.

Padahal, jembatan itu menjadi akses penghubung antara Dusun Bangle, Sumberan, Megurun, dan Bruwok yang dihuni sekitar 1.000 KK.

Sedangkan untuk pemilik kendaraan roda empat terpaksa harus memutar jalur ke timur dengan jarak sejauh dua kilometer.

"Kondisinya memang sudah parah dan urgen," katanya

Agus bersama warganya pun berharap besar jembatan tersebut segera dibangun.

Pun sejatinya telah ada komunikasi terkait rencana perbaikan jembatan tersebut baik dengan BNPB, PUPR, pemkab, Balai Besar Wilayah Sungai setempat hingga BPBD Jawa Timur.

Tahun lalu sudah sampai tahap verifikasi akhir.

"Sayangnya hingga sekarang belum ada jawaban atau informasi atas kelanjutan tahapan tersebut, kapan dibangunnya kami juga belum dapat kepastian," pungkasnya.(ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#saradan #rusak #jembatan #pemkab #madiun #klumutan