Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lima Kecamatan di Kabupaten Madiun Rawan Kebakaran, Warga di Wilayah Ini Harus Lebih Waspada

Dian Rahayu • Rabu, 26 Juni 2024 | 23:30 WIB
MITIGASI: Petugas Damkar Kabupaten Madiun memberikan sosialisasi pencegahan dan penanganan kebakaran ke tokoh pilar desa di Kelurahan Munggut, Wungu, Selasa (25/6). (DAMKAR KAB. MADIUN)
MITIGASI: Petugas Damkar Kabupaten Madiun memberikan sosialisasi pencegahan dan penanganan kebakaran ke tokoh pilar desa di Kelurahan Munggut, Wungu, Selasa (25/6). (DAMKAR KAB. MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi rawan bencana kebakaran.

Berdasarkan data tahun lalu, terdapat lima kecamatan yang masuk kategori rawan.

Yakni, Kecamatan Geger, Kebonsari, Wungu, Jiwan dan Pilangkenceng.

“Lima kecamatan cukup rawan karena tingkat kasus kebakaran ditahun lalu cukup sering,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Satpol PP Kabupaten Madiun Ashari Darmawan.

Pihak damkar pun berupaya menekan angka kebakaran.

Salah satu upayanya menggelar sosialisasi penanganan kebakaran di wilayah zona merah. Seperti terlihat di Kecamatan Wungu.

“Target sosialisasi ini adalah para linmas, babinsa, babinkamtibmas dan aparat desa setempat,” tuturnya, kemarin (25/6).

Para pilar desa tersebut diharapkan bisa membantu damkar saat mengevakuasi kebakaran di lingkungan setempat.

“Kami memberikan edukasi terkait pencegahan, penanganan kebakaran agar masyarakat mendapat wawasan atau pengetahuan dan kewaspadaan bahaya api,” lanjutnya.

Petugas terlihat memberikan materi terkait pencegahan dan penanganan kebakaran.

Mulai dari penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) sampai mengendalikan selang air mobil damkar.

Petugas juga mengajarkan cara memadamkan api memakai karung goni basah.

Baca Juga: Pernyataan Resmi Pertamina terkait Kebakaran Truk Tangki BBM di Tol Ngawi, dari Kondisi Kendaraan hingga Kerugian

Ashari juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati dengan potensi penyebab api, terutama dalam membakar sampah.

“Untuk kasus pembakaran sampah sembarangan kerap ditemui, kami minta warga jangan buru-buru ditinggal pergi,” pesannya.

"Tunggu sampai apinya benar-benar padam dulu. Sebab itu berpotensi menjalar ke lingkungan sekitar,” tandasnya. (ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#kebakaran #damkar #risiko #madiun