Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Beda Nasib Dua Gunung di Madiun Raya saat Satu Sura: Lawu Ramai, Wilis Sepi

Loditya Fernandes • Kamis, 11 Juli 2024 | 02:00 WIB
MENARIK: Pendakian Gunung Wilis via Desa Kare sudah banyak dikunjungi pendaki luar daerah bahkan mancanegara. (KARE ECO ADVENTURE)
MENARIK: Pendakian Gunung Wilis via Desa Kare sudah banyak dikunjungi pendaki luar daerah bahkan mancanegara. (KARE ECO ADVENTURE)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Momen satu Muharam atau Sura tidak terasa di pintu pendakian Gunung Wilis yang ada di Desa/Kecamatan Kare.

Tidak ada lonjakan kunjungan pendaki sama sekali.

Berbeda dengan pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu maupun Cemoro Kandang yang pendakinya dikabarkan mencapai ribuan.

‘’Tidak ada lonjakan. Justru ramai minggu-minggu kemarin,’’ ungkap Ketua Base Camp Kare Eco Adventure Johan Ariesta.

Menurutnya, saat itu ada rombongan diklat dari SMAN 6 Madiun dan komunitas runner berjumlah puluhan orang.

Sedangkan bersamaan momen bulan Sura kemarin hanya ada dua rombongan pendaki.

Pasangan suami-istri asal Malang, dan Surakarta. Mereka pun disebutnya para pendaki pecinta alam.

‘’Bukan ‘laku’ mencari berkah Sura,’’ tambahnya.

Kalaupun ada, lanjutnya, hanya pendaki lokal. Minimnya pendaki di bulan Sura disebutnya tidak hanya 2024 ini.

Tahun-tahun sebelumnya pun diakuinya sama.

Pendakian di jalur Kare tersebut biasanya memang digunakan untuk para pendaki pecinta alam.

‘’Kalau pintu pendakian untuk yang ingin ‘laku’ Sura biasanya di Nganjuk,’’ bebernya.

Sejatinya, sensasi pendakian via Kare yang disajikan tidak kalah dengan lokasi lainnya.

Di Puncak Lima Trogati 2563 mdpl terhampar gugusan pegunungan dan perbukitan luas.

Di lokasi tersebut, pendaki juga bisa camping sambil menikmati pemandangan yang ada. Itu didapat setelah melalui jalur yang cukup menantang. (odi)

Editor : Mizan Ahsani
#lawu #gunung #pendakian #sura #madiun #kare #Wilis