Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Bukti Dekat dan Melekat, Program Mbangun Deso Tumbuh Bersama Jawa Pos Radar Madiun

Dwi NR Diliana • Jumat, 12 Juli 2024 | 23:00 WIB
PELOSOK: Koran Jawa Pos Radar Madiun tidak hanya beredar di wilayah perkotaan, tapi juga pesolok desa. Di warung dan menjadi bacaan rutin warga. (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)
PELOSOK: Koran Jawa Pos Radar Madiun tidak hanya beredar di wilayah perkotaan, tapi juga pesolok desa. Di warung dan menjadi bacaan rutin warga. (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiiun - Maju dan Tumbuh Bersama menjadi tema HUT ke-25 Radar Madiun.

Di usianya yang cukup dewasa, berbagai program telah dijalankan media massa yang ada di kawasan Jawa Timur bagian barat.

Salah satu program Radar Caruban yang telah tumbuh bersama pemerintah daerah di Kabupaten Madiun adalah Bangun Deso.

‘’Sebelum Mbangun Deso, dulunya Desa Mawacara. Dimulai 2017 dan ada awardingnya di 2018 silam,’’ terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Supriadi, kemarin (11/7)

Dia menjelaskan, program ini bermula dari konsep pembangunan desa yang bersinergi dan berintegrasi.

Yakni harus mampu bersinergi dengan semua pihak, salah satunya media massa. Pemerintah desa (pemdes) juga dituntut untuk bisa berintegrasi dengan berbagai aspek dan stakeholder.

‘’Untuk sinergi harus ada unsur medianya, kami memilih Jawa Pos Radar Madiun karena memiliki jangkauan luas dan diterima baik masyarakat,’’ jelasnya.

Melalui program Mbangun Deso, transparasi dan inovasi desa lebih dikenal luas.

Setali tiga uang, Radar Madiun pun memiliki harapan dan tujuan yang sama.

Program tersebut terus berkelanjutan, apalagi didukung distribusi koran yang mampu merambah pelosok desa yang berada di kaki Gunung Wilis.

‘’Sebaran koran yang berisi berita tentang desa tidak hanya menjangkau desa-desa yang dekat dengan pusat pemerintahan, tapi juga yang ada di pelosok, seperti di Kare, Gemarang, hingga Saradan,’’ jelasnya.

Program desa yang berjalan di Kabupaten Madiun pun berhasil mendapat atensi khusus dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT).

Bahkan mengapresiasi program ini, sebab pemberitaannya mampu mendorong transparasi pemerintah desa maupun akuntabilistasnya.

‘’Program ini juga berdampak pada kemandirian desa, pemerintah desa berlomba-lomba menjadi desa mandiri. Dari 198 desa, sebanyak 135 desa sudah berstatus desa mandiri, sedangkan sisanya desa maju. Ini melebihi target kami tahun ini yang hanya 100 desa mandiri,’’ terangnya.

Desa mandiri bukan sekadar status. Tapi benar-benar mampu mengelola semua potensi desa dengan baik.

Hasilnya digunakan untuk kegiatan desa maupun masyarakat. Pemberitaan tentang desa pun membuat angka partisipasi masyarakat cukup tinggi, mereka berlomba-lomba untuk gotong royong.

Dampak lainnya, program antara pemkab dan Radar Madiun ini juga diapresiasi pemerintah desa maupun pusat.

Dalam lomba desa meraih juara regional maupun juara lomba gotong royong.

‘’Semoga sinergi antara Radar Madiun dan Pemkab Madiun terus berjalan dan lebih baik lagi, karena banyak manfaat. Memotivasi masyarakat dan mendorong desa lebih inovatif,’’ pungkasnya.(aan)

Editor : Mizan Ahsani
#jawa pos #desa #madiun #koran