Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Petani di Madiun Awali Panen Padi dengan Tradisi Methil, Maknanya Mendalam

Dian Rahayu • Senin, 15 Juli 2024 | 21:00 WIB
TRADISI: Tradisi methil masih saja dilestarikan di Kabupaten Madiun, seperti terlihat di Desa Metesih, Kecamatan Jiwan. (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)
TRADISI: Tradisi methil masih saja dilestarikan di Kabupaten Madiun, seperti terlihat di Desa Metesih, Kecamatan Jiwan. (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Petani di Desa Metesih, Kecamatan Jiwan tidak ingin kehilangan tradisinya. Terutama tradisi panen pertama.

Terlihat ratusan petani desa setempat mengikuti rangkaian methil pari, Minggu (14/7).

Sejumlah tumpeng hasil bumi dan beberapa alat pertanian turut dikirab dan didoakan sebagai rasa syukur kepada Sang Pencipta atas suburnya tanaman padi hingga meningkatnya hasil panen.

Makna tradisi ini dijelaskan Ketua Adat Lembaga Desa Metesih Parni.

"Methil ini tradisi leluhur sebagai ucapan terima kasih kepada Allah karena telah memberi sumber kehidupan lewat bapak tani yang mengolah tanah dan biji padi yang disebut Mbok Sri," jelasnya.

Dia mengatakan tradisi methil pari ini rutin dilaksanakan ketika memasuki masa panen padi.

Ritual ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa atas tumbuh suburnya tanaman padi dan meningkatnya hasil panen.

Ritual Methil diawali dengan upacara pemberangkatan di pendopo desa setempat dan dibuka dengan laporan among tani.

Setelahnya ke sawah tempat prosesi methil dilaksanakan yang dimulai dengan kades Metesih memberikan alat upacara methil atau disebut penyerahan ubo rampe kepada punjangga desa.

"Oleh punjangga desa dilakukan upacara methil lalu hasil padinya dikirab ke pesucen bersama dengan tumpeng hasil bumi, alat pertanian serta diiringi kesenian reog," jelasnya.

"Agar masyarakat desa mendapat berkah, Mbok Sri disucikan kemudian didoakan tokoh agama, selanjutnya diserahkan ke kades untuk dibawa ke upacara resepsi, tempatnya padi," lanjut Parni.

Diketahui, Metesih memiliki 139 hektare lahan pertanian yang mayoritas ditanami padi.

Diperkirakan panen kali ini dapat menghasilkan antara delapan sampai sembilan ton padi atau gabah setiap hektarenya.

"Kami berharap keberkahan dengan tradisi ini selain memperingati panen raya juga dihindarkan dari segala macam bala bilik bilahi (bahaya maupun bencana alam)," tuturnya. (ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#jiwan #tradisi #methil #padi #desa #madiun #panen #petani