MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Usianya belum genap setahun, namun public safety canter (PSC) 911 Kabupaten Madiun sudah banjir ‘orderan’ pelayanan.
Sedikitnya ada 137 panggilan permintaan layanan masuk mulai Januari hingga kemarin (19/7). Paling banyak untuk penanganan kecelakaan lalu lintas.
‘’Ada sebanyak 87 panggilan,’’ ungkap Koordinator PSC 911 Kabupaten Madiun Ani Nuril.
Permintaan layanan lainnya berupa kegawatdaruratan di rumah sebanyak 49 panggilan dan kebidanan 1 panggilan.
Kegawatdaruratan di rumah mayoritas karena serangan sakit mendadak, jatuh tidak sadarkan diri, hingga kecelakaan kerja.
Sedangkan kegawatdaruratan kebidanan berupa persalinan.
‘’Salah satunya persalinan di bus beberapa waktu lalu,’’ tambahnya.
Untuk memaksimalkan pelayanan, PSC 119 Kabupaten Madiun memiliki 12 personel.
Terdiri dari 11 perawat, satu bidan, dan empat sopir ambulans.
Sedangkan operasional layanan selama 24 jam.
Saban harinya ada tiga sif tugas.
Satu sif terdiri dari tiga tenaga kesehatan dan satu sopir ambulans.
Untuk opersional layanan ada dua armada ambulans.
‘’Nantinya siap bertugas kapanpun dan dimanapun di wilayah Kabupaten Madiun,’’ tuturnya.
Seperti diketahui, PSC 911 diresmikan pada 19 September 2023 lalu.
Peresmiannya merupakan tindaklanjut Permenkes 19/2016 tentang Penanggulangan Kedaruratan Terpadu. Tujuannya memberikan pelayanan kepada masyarakat, cepat dan tepat. (odi/aan)
Data Panggilan PSC 911 Kabupaten Madiun
- Kecelakaan lalu lintas 87 panggilan
- Kegawatdaruratan di rumah 49 panggilan
- Kegawatdaruratan kebidanan 1 panggilan
- Total 137 panggilan
Editor : Mizan Ahsani