MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Nguri-uri budaya jawa terus dilakukan Pemdes Klumutan, Kecamatan Saradan.
Salah satunya menjalankan tradisi bersih desa yang berlangsung 4-5 Juli lalu.
Selama dua hari, berbagai kegiatan digelar. Mulai dari pengajian umum, langen beksan, dan panggelaran semalam suntuk.
"Tradisi bersih desa ini diadakan setiap tahun, yang merupakan bentuk penghormatan kepada sang pencipta," tutur Kades Klumutan Agus Proklamanto.
"Serta sekaligus sebagai ungkapan syukur atas keselamatan dan rezeki yang telah diberikan kepada warga khususnya Desa Klumutan," sambung Agus.
Agus menjelaskan, kegiatan bermula pada 4 Juli lalu dengan khataman Alquran di Pendopo Desa Klumutan dan makam punden Mbah Branti.
Setelah itu, pada malam harinya dilanjutkan kegiatan pengajian umum dengan ustadz KH Nur Hadi atau biasa disapa Mbah Bolong dari Jombang.
''Salah satu tujuannya meningkatkan keimanan dan ketakwaan khususnya warga Desa Klumutan, ‘’ujarnya.
Acara berlanjut pada 5 Juli pagi.
Pihak desa menggelar selamatan di empat makam Desa Klumutan dengan membawa panggang sama buceng sebanyak 3.000.
Setelah itu, diadakan pagelaran wayang kulit serta dilaksanakan Gambyongan di punden Mbah Branti.
"Pentas wayang semalam suntuk oleh dalang kondang Ki Cahyo Kuntadi dari Karanganyar dengan lakon Arjuna Wiwaha, di Pendopo Desa Klumutan,''bebernya. (bri/prog/aan)
Editor : Mizan Ahsani