JOGJAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Tradisi ziarah kubur sebagai rangkaian hari jadi ke-456 tidak hanya berlangsung di Madiun dan Magetan.
Pj Bupati Madiun, jajaran forkompimda dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) juga sambangi makam Kanjeng Ratu (KR) Retno Dumilah di kompleks makam raja-raja.
Lokasinya di Kotagede, Jogjakarta.
Mereka menggelar tahlil mendoakan bupati ke-2 Kabupaten Madiun tersebut.
‘’Ziarah makam ini untuk mengingatkan kepada kita selaku penerus, bahwa perjuangan itu belum terhenti,’’ tutur Pj Bupati Madiun Tontro Pahlawanto.
Pemerintahan yang telah ditinggalkan disebutnya sebagai amanah.
Bagaimana mewujudkan masyarakat Bumi Kampung Pesilat yang makmur, rukun, dan sejahtera di bawah kepemimpinan para penerusnya ke depan.
Selain KR Retno Dumillah, ziarah juga digelar makam Panembahan Senopati.
Sang raja pertama kerajaan Mataram tersebut suami dari KR Retno Dumillah.
Berikutnya, ziarah ke makam Ki Ageng Pemanahan dan Ki Ageng Juru Mertani yang berada satu komplek pemakaman.
‘’Itu pula yang menjadi latar belakang kedekatan Kabupaten Madiun dengan kerajaan Mataram,’’ tambahnya.
Sesuai tradisi nyekar di kompleks makam raja sebelumnya. Rombongan peziarah kompak mengenakan busana pranakan.
Lengkap dengan kain jarik dan blangkon.
Selain ziarah, mereka menyempatkan diri untuk cuci muka di Sendang Seliran. Yakni, kolam pemandian di sebelah selatan komplek makam raja.
Sebelumnya, ziarah makam leluhur digelar Selasa (9/7) lalu di empat titik.
Masing-masing Makam Kuncen Madiun, Makam Kunceng Caruban, Taman Makam Madiun, dan Makam Giripurno Magetan.
Tempat persemayaman pendiri dan bupati Kabupaten Madiun terdahulu.
Di antaranya seperti Pengeran Timur atau Ki Ageng Panembahan Ronggo Djoemeno, Adipati Mangkudipuro, Kyai Ageng Anom Besari, Raden Ronggo Prawirodirjo III, dan Gusti Bendoro Raden Ayu Maduretno. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani