Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Buka Wisata Petik Semangka, Warga Madiun Ini Dulang Omzet Melimpah, Gaet Wisatawan Jakarta

Dian Rahayu • Jumat, 16 Agustus 2024 | 02:00 WIB
RAMAI: Pengunjung menikmati sensasi petik semangka di kebun milik Yujiono, di Desa Randualas, Kecamatan Kare. (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)
RAMAI: Pengunjung menikmati sensasi petik semangka di kebun milik Yujiono, di Desa Randualas, Kecamatan Kare. (R. BAGUS RAHADI/RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun -  Yujiono, petani semangka asal Desa Randualas, Kecamatan Kare sudah tiga tahun terakhir membuka wisata petik semangka di kebun miliknya.

Dari ribuan batang yang ditanamnya, dia mampu mengumpulkan omzet puluhan juta rupiah setiap panennya.

Sejak dibuka Senin (12/8) pagi, puluhan pengunjung ramai mendatangi kebun semangka jenis lurik milik Yujiono.

Mereka tidak menghiraukan teriknya matahari.

Para pengunjung yang didominasi kaum hawa terlihat memilih buah semangka daging merah dan kuning di hamparan kebun di Desa Randualas, Kecamatan Kare.

“Sudah tiga tahun ini saya buka wisata petik semangka di kebun langsung, biasanya saat musim panen tiba,” kata pria separuh baya tersebut.

Menurut Yujiono, sistem menjual dengan cara petik sendiri ini dirasakan lebih menguntungkan dibanding ketika dijual ke tengkulak.

Harganya juga jauh lebih tinggi ketika dijual langsung ke konsumen dan sebaliknya konsumen pun mendapatkan harga lebih murah dibanding di jual di pasar atau toko buah umumnya.

“Kalau dijual di tengkulak itu dapat harga Rp 3 ribu sampai Rp 3,2 ribu per kilogram tergantung grade A atau B, sedangkan di sini kami jual sama semua Rp 5 ribu per kilogram,” terangnya.

“Ini kami mencoba memotong ongkos kirim dan biaya panen,” lanjut Yujiono.

Di lahan kebunnya tersebut terdapat sekitar dua ribu batang pohon semangka. Dengan jumlah pohon tersebut, kebunnya diketahui dapat menghasilkan enam ton semangka.

“Manajemen air perlu diperhatikan jadi kami pakai sistem infus, karena lokasi di lereng gunung jadi tahun ini saya buat populasinya lebih sedikit dibanding sebelumnya,” sebutnya.

“Sehingga hasilnya lebih bagus dan lebih besar dibanding tahun lalu,” sambung Yujiono.

Pengunjung tidak hanya dari warga sekitar Kare dan Madiun, juga dari luar kota seperti Jakarta.

“Kalau tahun lalu itu pengunjung bisa sampai dua ribu orang, pun ini kemungkinan tidak sampai tiga hari sudah habis semua semangkanya,” ujarnya.

“Untuk omzet sendiri jika per kilogramnya Rp 5 ribu dan hasil panen mencapai 6 ton jadi untuk hasil kotor bisa sampai Rp 30 juta per panen,” tandas Yujiono. (ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#Petik #wisata #semangka #madiun #kare #randualas