Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pengalaman Seru Mahasiswi Madiun Ikut Clash of Champions: Lawan Anak KAIST dan Oxford, Kini Sering Diundang Acara Desa

Loditya Fernandes • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 16:00 WIB
TERPILIH: Dinar Annasta Naja Mayra terlibat dalam game show Clash of Champions 2024. (DOKUMEN DINAR ANNASTA NAJA MAYRA)
TERPILIH: Dinar Annasta Naja Mayra terlibat dalam game show Clash of Champions 2024. (DOKUMEN DINAR ANNASTA NAJA MAYRA)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Puluhan mahasiswa berkompetisi dalam Clash of Champions 2024. Mereka berasal dari perguruan tinggi bergengsi di dalam maupun luar negeri.

Satu di antara peserta itu adalah Dinar Annasta Naja Mayra, mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Desa/Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Sejak mengikuti game show tersebut, Aktivitas jalan kaki Dinar Annasta Naja Mayra tidak bisa sebebas sebelumnya.

Sesekali, selalu ada saja yang mengajaknya berswafoto.

Tak sedikit orang yang tahu bahwa Dinar pernah menjadi peserta Clash of Champions 2024 besutan Ruangguru.

Game show yang ditayangkan di YouTube itu sempat booming di kalangan remaja. Mereka merupakan mahasiswa terbaik perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri.

"Ada juga teman yang meledek bilang artis, juga jadi banyak tawaran ngisi acara, termasuk acara di desa," ungkap Dinar.

Mahasiswi Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta itu tidak menyangka bakal menjadi peserta di Clash of Champions.

Proses seleksinya tidak mudah. Misalnya pernah belajar di aplikasi Ruangguru, masuk dalam daftar mahasiswa berprestasi, mendapat rekomendasi pihak kampus, dan lainnya.

Pemilihan namanya juga tidak diketahui pasti oleh Dinar.

"Saya pernah belajar di aplikasi Ruangguru dan juara favorit mahasiswa berprestasi (Mapres) UGM 2023," imbuhnya.

Saat masuk kandidat peserta, awalnya gadis kelahiran 10 Maret 2002 itu sempat ingin mundur. Dalam angannya, ajang tersebut bakal berisi tentang hitungan matematika rumit.

Itu dianggapnya tidak cocok dengan jurusan gizi dan kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) yang dia tekuni.

"Tetapi diyakinkan oleh Ruangguru untuk mencoba, ternyata lolos," bebernya.

Setelah dinyatakan lolos Mei lalu, Dinar berangkat ke Jakarta.

Begitu turun di stasiun, Dinar kaget ternyata ia bukan satu-satunya mahasiswi UGM. Ada enam peserta yang berasal dari kampus yang sama.

Singkat cerita, para peserta dikumpulkan. Total 40 orang.

Mereka berasal dari UGM, Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan lainnya.

Kemudian ada susulan dari beberapa kampus beken luar negeri.

Seperti National University of Singapore (NUS), Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), University of Oxford.

Juga ada yang dari University of California San Diego (UCSD) dan Yale University Amerika Serikat.

"Total peserta tambahannya sebanyak 10 orang," tutur mahasiswi yang lolos dari jalur Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB) itu.

Yang ditakutkan Dinar benar-benar terjadi.

Game pada episode pertama membuatnya kewalahan. Dalam game bertajuk extreme addition, Dinar benar-benar dihadapkan dengan soal matematika.

Pun ekstrem lantaran di ronde pertama peserta diminta menjumlah 625 angka.

Baginya yang sudah lama tidak main hitung-hitungan manual membuatnya kagok.

"Setelah itu terjebak pola di ronde kedua dan mulai hilang konsentrasi di ronde ketiga," ungkapnya.

Atas kegagalan di episode pertama tersebut, putri pasangan Rudhi Kurniawan Prabowo dan Khozainul Munah itu sempat kalut.

Mahasiswi semester akhir itu khawatir mengecewakan almamaternya.

Ternyata anggapannya berbeda. Dosen dan teman-temannya memahami kondisinya saat itu. Bahkan mereka mengapresiasi Dinar.

"Meski gagal, ternyata banyak apresiasi positif. Akhirnya banyak yang tahu, ada anak Desa Kare yang kuliah di UGM dan ikut even bergengsi seperti itu," tutup Dinar. (odi/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#oxford #KAIST #ugm #Yale #pengalaman #madiun #Clash of Champions