MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Jalur kereta api Madiun-Ponorogo merupakan salah satu jalur kereta tua di Indonesia yang memiliki sejarah panjang.
Jalur ini pertama kali diresmikan lebih dari seabad lalu oleh pemerintah Hindia Belanda.
Dengan panjang sekitar 60 kilometer, jalur kereta ini dulunya menjadi salah satu urat nadi transportasi bagi masyarakat Ponorogo dan sekitarnya.
Terutama dalam hal pengangkutan hasil bumi seperti padi, gula, dan tembakau.
Era Hindia Belanda
Diketahui, jalur Madiun-Ponorogo dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS), sebuah perusahaan kereta api milik pemerintah kolonial.
Jalur ini pertama kali diresmikan pada tahun 1907.
Pembangunan jalur ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari Madiun, kemudian dilanjutkan hingga mencapai Ponorogo.
Selama masa kejayaannya, jalur ini menjadi sangat penting bagi perekonomian wilayah Madiun dan Ponorogo.
Kereta Mulai Tersisih
Namun, setelah Indonesia merdeka, popularitas jalur ini mulai menurun seiring dengan perkembangan transportasi darat lainnya seperti jalan raya.
Pada akhirnya, operasional jalur ini resmi dihentikan pada tahun 1984 karena jumlah penumpang yang terus menurun dan kerugian yang semakin besar.
Saat ini, sebagian besar jalur rel sudah tidak ada lagi, dan banyak bekas stasiun yang sudah tidak terawat atau dialihfungsikan.
Bagian Penting dari Sejarah
Meskipun demikian, jalur Madiun-Ponorogo tetap dikenang sebagai salah satu bagian penting dari sejarah transportasi di wilayah tersebut.
Ada juga wacana untuk menghidupkan kembali jalur ini sebagai bagian dari pelestarian sejarah dan peningkatan pariwisata di daerah Madiun dan Ponorogo.
Masyarakat lokal dan pecinta sejarah kereta api berharap jalur ini dapat menjadi ikon sejarah yang kelak bisa dinikmati
Jalur kereta Madiun-Ponorogo adalah saksi bisu bagaimana kereta api pernah menjadi tulang punggung transportasi dan ekonomi di wilayah tersebut. (naz)
Editor : Mizan Ahsani