MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Meski objek wisata lama bukan berarti dilupakan.
Buktinya, Monumen Keganasan PKI 1948 alias Monumen Kresek tetap digelontor anggaran rutin perbaikan.
Tahun ini dana sebesar Rp 200 juta dialokasikan Pemkab Madiun untuk pemeliharaan monument yang berada di Desa Kresek, Kecamatan Wungu.
‘’Memang pemeliharaan rutin tahunan,’’ ungkap Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun Mokh Hamzah Nugrohanto.
Anggaran pemeliharaan tahun ini diakuinya lebih besar ketimbang tahun-tahun sebelumnya yang hanya kisaran puluhan juta saja.
Itu mengingat belum adanya pemeliharaan skala besar selama beberapa tahun terakhir.
Rencananya alokasi anggaran tersebut bakal digunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana hingga pengecatan.
‘’Paling banyak untuk pengecatan dan penggantian lampu penerangan yang rusak atau mati,’’ imbuhnya.
Sementara itu, pemeliharaan monumen masih dalam proses di Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ).
Kapan pekerjaan dimulai? Hamzah belum bisa memastikan mengingat proses di UKPBJ juga panjang. Harapannya bisa secepatnya.
‘’Tujuan pemeliharaan untuk persiapan berbagai acara seperti upacara peringatan Kesaktian Pancasila, serta layanan kepada para wisatawan,’’ tegasnya. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani