MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Biasanya gelas plastik bekas air minum berakhir di tempat sampah atau tukang rosok.
Tapi di tangan Winarti, gelas plastik itu menjadi produk bernilai jual tinggi. Warga Desa Cermo, Kecamatan Kare berhasil membuat kerajinan tas cantik berbahan gelas plastik.
Puluhan gelas plastik bekas yang sengaja dikumpulkan Winarti langsung dicuci bersih.
Setelah bersih dan kering, tumpukan gelas itu dipotong dengan dipisahkan bagian tepian atasnya.
Usai tepian atasnya sudah terpotong semua, satu per satu tepian gelas dirangkai satu sama lain dengan direkatkan menggunakan tali kawat plastik.
Rangkaian tersebut dibentuk menjadi pola badan tas sesuai yang diinginkan.
Kemudian pola itu dililiti tali kur sesuai warna yang diinginkan hingga permukaan tepian gelas plastik tertutupi semua.
“Setelahnya diberi selang kecil yang didalamnya sudah ada kawat agar kuat dan dirangkai menjadi tas dengan ditambahkan kain furing sebagai dalaman tas, sudah jadi tas jinjingnya,” ujar Winarti yang juga warga Desa Cermo, Kecamatan Kare.
Ibu rumah tangga berusia 46 tahun itu mengaku sudah sejak 2019 lalu menekuni kerajinan tas dari daur ulang gelas plastik.
Bermula dari mengikuti kegiatan pelatihan PKK yang berlangsung di kantor desa.
“Kemudian saya kembangkan sendiri, lalu ada yang pesan, dan buat terus sampai sekarang,” terangnya.
“Lumayan untuk mengisi waktu luang dan memanfaatkan barang bekas yang kalau dijual cuman dapat Rp 5 ribu satu kilogramnya,” imbuh Winarti.
Ada beragam tas yang dibuatnya. Seperti tas jenis jinjing besar maupun sedang, tas selempang, hingga dompet.
Untuk satu buah tas membutuhkan waktu pembuatan sekitar tiga hari sampai kurang dari seminggu yang dikerjakannya seorang diri.
“Paling banyak dipesan itu tas jinjing dan selempang, untuk jenis ini talinya saya buat rajut dari tali kurnya," terangnya.
Tak banyak media promosi yang digunakan Winarti dalam memasarkan produk handmade-nya.
Biasanya dia menitipkan produknya ke bazar atau pameran di kantor desa atau kegiatan PKK dan dari mulut ke mulut pelanggannya di sekitar Madiun Raya.
“Bisa request model juga, untuk harga saya banderol mulai Rp 50 ribu untuk ukuran kecil seperti dompet dan ada yang Rp 110 ribu untuk tas jinjing besar,” pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Mizan Ahsani