Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kreatifnya Pasutri Perajin Tas Anyaman asal Madiun, Karyanya Terjual sampai Luar Negeri!

Dian Rahayu • Sabtu, 9 November 2024 | 02:00 WIB
CANTIK: Rofiq menunjukkan hasil tas anyaman cantik yang diproduksinya hingga terkenal dan pelanggannya sampai mancanegara. (DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN)
CANTIK: Rofiq menunjukkan hasil tas anyaman cantik yang diproduksinya hingga terkenal dan pelanggannya sampai mancanegara. (DIAN RAHAYU/RADAR MADIUN)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Kerajinan tas anyaman dari bahan tali jali kian menjamur. Pasutri asal Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari Rofiq dan Sri Winarsih misalnya, hampir lima tahun ini sukses menjual produknya hingga ke mancanegara.

Aneka tas anyaman setengah jadi terlihat memenuhi gudang sekaligus tempat produksi finishing milik Rofiq, 34 dan Sri Winarsih, 32.

Keduanya merupakan pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Pucang Anom, Kecamatan Kebonsari.

Sudah sejak 2020 lalu, mereka menggeluti produksi kerajinan tas anyaman.

“Untuk bahannya ini dari tali jali-jali, kami finishing dengan ditambah aksesoris-aksesoris sehingga nampak lebih fashionable dan kekinian," ungkap Rofiq.

Sedangkan untuk dasaran tas, Rofiq mengambil dari kelompok-kelompok pembuat tas anyaman yang ada di Madiun Raya.

Langkah itu dinilai sangat efisien sebab turut membantu perajin tas anyaman yang masih kesulitan dalam memasarkan produknya.

“Waktu itu mulanya istri saya membantu mempromosikan tas anyaman buatan temannya, kemudian laku dan diteruskan sampai sekarang ini,” terangnya.

Guna memenuhi pesanan pelanggan, pasutri itu mempekerjakan tiga pekerja untuk proses finishing.

Ada banyak aksesoris yang dipakai, mulai dari handle tas dari mutiara, tali kur hingga rajutan tali jali.

“Modelnya ada yang colourful dan ada tambahan aksesoris seperti gantungan rajut tali kur hingga syal mini, ukurannya variatif dari super mini, xs, small, hingga medium,” paparnya.

Baca Juga: Pilkada 2024 Semakin Dekat, KPU Pacitan Ajak Masyarakart Donorojo Tingkatkan Partisipasi

“Peminatnya dari berbagai kalangan, ada anak muda sampai ibu-ibu juga sering beli, biasanya untuk ke pesta atau sekedar dipakai keluar rumah acara santai,” imbuh Rofiq.

Pasutri tersebut mengandalkan toko online atau marketplace untuk memasarkan produknya. Pelanggannya pun menjangkau seluruh nusantara.

Bahkan ada pembeli dari luar negeri atau mancanegara.

Untuk harga juga beragam tergantung model dan ukuran yang berkisar antara Rp 35 ribu sampai Rp 150 ribu per buah.

“Sehari itu bisa keluar barang 10 tas minimal kadang lebih, untuk pelanggan luar daerah itu dari Bandung, Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, pernah ke luar Jawa seperti Kalimantan dan Sulawesi,” pungkasnya. (ryu/aan)

Editor : Mizan Ahsani
#anyaman #madiun #kerajinan