MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Hingga kini sinyal bantuan hibah rehabilitasi dan rekontruksi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk perbaikan Jembatan Klumutan, Kecamatan Saradan tidak juga terlihat.
Alih-alih terus menunggu, Pemkab Madiun memutuskan untuk mandiri.
Yakni dengan mengalokasikan sendiri anggaran perbaikan jembatan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.
‘’Tadinya masih berusaha mendapatkan anggaran dari BNPB melalui hibah RR. Karena perbaikan jembatan urgent dan vital untuk dilaksanakan, akhirnya diputuskan untuk dialokasikan di APBD 2025,’’ ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis.
Ploting anggaran untuk perbaikan jembatan yang rusak akibat diterjang banjir pada 2022 lalu itu sebesar Rp 11 miliar.
Perbaikan meliputi apa saja? Bobby belum bisa membeber. Perbaikan menurutnya bakal ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
Detail Engineering Design (DED) perbaikan jembatan ada di organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut.
‘’Cuma dipastikan perbaikan dilakukan tahun depan,’’ bebernya.
Meski begitu, pemkab tidak lantas melupakan pengajuan bantuan ke BNPB begitu saja.
Seandainya bantuan rehabilitasi dan rekontruksi diberikan, nantinya bisa dialihkan untuk Jembatan Bulu di Pilangkenceng. Jembatan tersebut juga perlu perbaikan.
Pun telah diusulkan mendapat bantuan rehabilitasi dan rekontruksi dari BNPB. ‘’Kalau Jembatan Klumutan sudah diperbaiki menggunakan APBD, masih ada Jembatan Bulu yang ikut diusulkan,’’ tuturnya. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani