MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tugu brem yang ada di simpang empat Kelurahan Bangunsari, Mejayan, terlihat kekinian.
Ornamen brem yang ingin ditonjolkan lebih besar dibandingkan sebelum direkonstruksi.
‘’Secara ikon, mewakili dan memperkuat kawasan home industri brem, dan secara estetika lebih bagus dibandingkan sebelumnya,’’ ujar Kepala DLH Kabupaten Madiun Zahrowi.
Seperti diketahui, ikon Kabupaten Madiun direkonstruksi tahun ini oleh DLH setempat. Ornamen brem sebagai ikon dan produk unggulan Bumi Kampung Pesilat lebih bisa ditonjolkan.
Ukuran ornamen brem diperbesar dan di-highlights menggunakan lampu sorot di masing-masing sudut. Sedangkan ornamen buah dihilangkan.
‘’Harusnya sesuai kontrak pengerjaannya hingga 30 Desember, sekarang pengerjaannya sudah selesai lebih awal dari kontrak,’’ jelasnya.
Hasil rekonstruksi telah dipantau Pj Bupati Madiun Tontro Pahlawanto saat monitoring dan eveluasi (monev) program organisasi perangkat daerah (OPD), Selasa (26/12) lalu.
Bersamaan dengan monev layanan one day service Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
Dalam monev, rekonstruksi tugu senilai Rp 318 juta itupun diapresiasi. ‘’Tinggal pemeliharaan ke depannya,’’ tuturnya.
Dari informasi yang dihimpun, tugu brem dibangun sekitar 2017. Tugu tersebut dibangun sebagai tetenger atau ikon Kabupaten Madiun.
Itu mengingat adanya sentra industri brem di Desa Kaliabu, Mejayan. Sayangnya banyak masyarakat yang kurang ngeh jika tugu tersebut menampilkan ikon brem. (odi/aan)
Editor : Mizan Ahsani