Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ribuan Warga Madiun Pilih Kerja Jadi PMI di Hongkong, Paling Banyak Kaum Hawa

Dian Rahayu • Kamis, 16 Januari 2025 | 00:00 WIB
Pemandangan lansekap Hongkong
Pemandangan lansekap Hongkong

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Mengeruk dolar di negeri orang cukup menggiurkan bagi sebagian warga Kabupaten Madiun.

Ini terlihat dari angka pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sejumlah negara. Dari tahun ke tahun, jumlah PMI terus meningkat.

“Untuk jumlah PMI di Kabupaten Madiun ini trennya di 2024 naik 7,02 persen dibanding 2023,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun Imam Nurwedi, Selasa (14/1).

Sepanjang 2024 lalu, sedikitnya ada 5.253 orang PMI asal Kabupaten Madiun yang bekerja di 31 negera tujuan.

Jumlah tersebut meningkat 345 orang dibanding tahun sebelumnya, sekitar 4.908 orang PMI.

“Untuk yang melalui P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia), sebanyak 1.868 orang itu sudah terverifikasi Pemkab Madiun, sedangkan 2.404 orang ini terverifikasi di luar daerah Madiun,” papar Imam.

Sementara itu, sebanyak 981 orang PMI lainnya melalui jalur mandiri atau verifikasi langsung ke Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Terdiri dari beberapa skema penempatan, seperti Government to Government (G to G) sebanyak 81 orang, perpanjangan 12 orang dan perseorangan 888 orang.

“Paling banyak perempuan ada 4.263 orang dan laki-laki sebanyak 990 orang, dominan dari wilayah Madiun selatan seperti Kebonsari, Dolopo, Dagangan dan Geger,” jelasnya.

Dia menjelaskan, untuk negara tujuan PMI Kabupaten Madiun tertinggi masih diduduki Hongkong mencapai 3.225 orang.

Berikutnya disusul Taiwan sebanyak 1.473 orang dan Jepang sejumlah 134 orang.

Menurut Imam, naiknya partisipasi warga menjadi tenaga kerja luar negeri ini dipengaruhi harapan mereka bisa mendapatkan gaji atau upah yang tinggi untuk memenuhi ekonomi keluarganya.

“Selain itu ini juga menjadi indikator kepercayaan bagi negara tersebut, dengan naiknya PMI ini artinya warga Indonesia dipercaya oleh mereka,” tuturnya.

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan warga Kabupaten Madiun dalam bekerja di luar negeri.

Imam menambahkan sejumlah upaya sosialisasi dan pembinaan terkait prosedur bekerja di luar negeri yang legal terus digencarkannya.

“Kami juga menggandeng muspika setempat mulai dari desa sampai tingkat kecamatan untuk menyosialisasikan dan membina warga-warga yang ingin menjadi PMI, kami beri pelatihan juga agar mereka memiliki skill yang mumpuni ketika di dunia kerja,” pungkasnya. (ryu/aan)

Tren PMI Kabupaten Madiun

5.253 orang PMI 2024

4.908 orang PMI 2023

Kenaikan 7,02 persen atau 345 orang PMI

1.868 orang PMI terverifikasi Pemkab Madiun

2.404 orang PMI terverifikasi di luar Pemkab Madiun

981 orang verifikasi mandiri di BP2MI

31 negara tujuan PMI 2024

Editor : Mizan Ahsani
#pekerja migran #madiun #kerja #pmi #hongkong